Dunaliella salina merupakan mikroalga halofilik uniseluler hijau yang tumbuh pada salinitas ekstrem. Pertumbuhan sel D. salina dan kandungan beta-karotennya sangat bergantung pada salinitas media. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh salinitas terhadap kepadatan sel dan kandungan beta-karoten D. salina. Penelitian ini dirancang dengan model rancangan acak lengkap dengan menggunakan empat tingkat salinitas, yaitu 15, 30, 45, dan 60 ppt. Hasil kultur D. salina dikeringkan dengan menggunakan metode freeze drying pada suhu beku -50°C dan diuji menggunakan metode spektrofotometri untuk mengetahui kandungan beta-karotennya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) pada kepadatan sel D. salina dengan perlakuan salinitas media kultur yang berbeda. Kepadatan sel D. salina tertinggi didapati pada salinitas 15 ppt (142,83 × 104 sel mL-1), sedangkan kepadatan sel terendah terdapat pada salinitas 60 ppt (103,16 × 104 sel mL-1). Variasi salinitas secara signifikan dapat memengaruhi kandungan beta-karoten D. salina (p < 0,05). Perlakuan salinitas ekstrem (60 ppt) mampu menghasilkan rata-rata kandungan beta-karoten sebesar 1,320 ± 0,01 µg g-1, sedangkan perlakuan salinitas terendah (15 ppt) menghasilkan rata-rata kandungan beta-karoten sebesar 0,074 ± 0,01 µg g-1. Pada kesimpulannya, temuan dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa salinitas merupakan faktor kunci yang meregulasi pertumbuhan D. salina dan akumulasi beta-karotennya, dengan salinitas rendah (15 ppt) membantu dalam pertumbuhan sel dan salinitas tinggi (60 ppt) dapat meningkatkan produksi beta-karoten. Dunaliella salina is a green unicellular halophilic microalga that grows in extreme salinity. The cell growth of D. salina and its beta-carotene content are highly influenced on the salinity of the culture media. This study aimed to evaluate the effects of salinity on cell density and beta-carotene content of D. salina. This experiment was conducted using a completely randomized design with four salinity treatments: 15, 30, 45, and 60 ppt. The biomass of D. salina was dried using freeze drying method at -50°C and tested by spectrophotometry method to determine the beta-carotene content. The results demonstrated that salinity significantly affected the cell density of D. salina (p < 0.05). The highest cell density of D. salina was found at a salinity of 15 ppt (142.83 × 104 cells mL-1), while the lowest cell density was found at a salinity of 60 ppt (103.16 × 104 cells mL-1). Variations in salinity could significantly influence the beta-carotene content of D. salina (p < 0.05). The extreme salinity treatment (60 ppt) was able to produce an average beta-carotene content of 1.320 ± 0.01 µg g-1, while the lowest salinity treatment (15 ppt) produced an average beta-carotene content of 0.074 ± 0.01 µg g-1. In conclusion, these findings indicate that salinity is a key factor regulating the growth and beta-carotene accumulation of D. salina, with low salinity (15 ppt) favoring cell growth and high salinity (60 ppt) promoting beta-carotene production.