Irham Fadhil
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Inflamasi Akut Dengan Tumor Infiltrating Lymphocytes Pada Jaringan Benign Prostatic Hyperplasia Di Rumah Sakit Bintang Amin Irham Fadhil; Nita Sahara; Dita Fitriani; Indah Yati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.25526

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi yang ditandai oleh proliferasi jinak sel epitel dan stroma prostat. Inflamasi diketahui berperan dalam patogenesis BPH. Inflamasi akut ditandai dengan keberadaan neutrofil dan makrofag, sedangkan Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) mencerminkan respon imun adaptif pada jaringan prostat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan inflamasi akut dengan TILs pada jaringan BPH di Rumah Sakit Bintang Amin tahun 2026. Inflamasi akut dikategorikan berdasarkan keberadaan neutrofil dan/atau makrofag, sedangkan TILs dikategorikan menjadi derajat rendah dan tinggi dengan batas mean sebesar 17,53 karena belum tersedia cut-off baku untuk penilaian TILs pada jaringan BPH. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian dari total 83 sampel preparat BPH menunjukkan bahwa 47 (56,63%) sampel termasuk kategori TILs rendah dan 36 (43,37%) kategori tinggi berdasarkan batas mean dari keseluruhan sampel. Inflamasi akut ditemukan pada 43 (51,8%) sampel. Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,054 (p 0,05) dengan OR sebesar 2,39 (95% CI:0,98-5,83), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara inflamasi akut dan TILs pada jaringan BPH. Kesimpulannya, inflamasi akut tidak berhubungan secara signifikan dengan infiltrasi TILs pada jaringan BPH, yang menunjukkan bahwa respon imun pada BPH bersifat kompleks dan kemungkinan lebih dipengaruhi oleh proses inflamasi kronik.