Christin Angelina
Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesahatan, Universitas Malahayati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Tata Kelola Mutu Terhadap Capaian Kinerja Indikator Nasional Mutu (INM) Di Puskesmas Kabupaten Lampung Utara: Studi Kualitatif Biantara Suri; Wayan Aryawati; Christin Angelina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23250

Abstract

Dari 9.918 Puskesmas terakreditasi hingga Agustus 2024, sebanyak 4.250 Puskesmas tidak melaporkan Indikator Nasional Mutu (INM) pasca akreditasi dengan kualitas data yang belum mencerminkan kondisi ndica. Penelitian ini bertujuan menganalisis evaluasi tata kelola mutu terhadap capaian kinerja INM di Puskesmas Kabupaten Lampung Utara tahun 2023–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 8 informan dari Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan penanggung jawab mutu pada tiga Puskesmas dengan strata akreditasi berbeda (Paripurna, Utama, dan Madya). Validasi data menggunakan aspek kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan faktor input belum memenuhi standar akibat ketidaksesuaian SDM, keterbatasan anggaran, dan lemahnya komitmen staf. Siklus USEPDSA (Use-Set-Execute-Plan-Do-Study-Act) sebagai kerangka pengelolaan mutu belum berjalan optimal, terutama pada tahap pengukuran, evaluasi, dan standarisasi. Temuan paling dominan ndica tidak dilakukannya validasi capaian INM di ndicat Puskesmas, yang tercermin dari dua ndicator bermasalah: (1) pelayanan ANC sesuai standar dengan variasi ekstrim 0%–100%, dan (2) kepuasan pengguna layanan yang hanya dilaporkan pada Juni 2024 dengan rentang 74,81%–98,47%. Capaian INM tahun 2023–2024 secara keseluruhan menunjukkan peningkatan yang fluktuatif. Diperlukan implementasi USEPDSA secara optimal, penguatan validasi data, dan pelaporan INM yang konsisten dengan dukungan penuh Dinas Kesehatan.