Emiliana Bella Castillian Leuobi
Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Pediatrik Pasca Anestesi Umum Menggunakan Laryngeal Mask Airway Emiliana Bella Castillian Leuobi; Emiliani Elsi Jerau; Ikit Netra Wirakhmi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23730

Abstract

Pasien pediatrik yang memiliki IMT yang tidak sesuai, baik yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah, cenderung mengalami waktu pemulihan yang lebih lama serta memiliki risiko komplikasi yang lebih besar. Pasien dengan IMT lebih dari 25 (overweight) cenderung membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan dengan pasien yang memiliki IMT normal. Jenis operasi, durasi operasi, dan efek anestesi secara signifikan mempengaruhi pemulihan sadar pasca anestesi pediatrik, di mana prosedur yang lebih kompleks dan durasi yang lebih lama dapat memperpanjang waktu pemulihan akibat akumulasi obat anestesi dan efek residual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan waktu pulih sadar pada pasien pediatrik yang menjalani anestesi umum dengan teknik LMA. Sebagian besar pasien pediatrik mengalami waktu pulih sadar yang cepat setelah prosedur anestesi, yaitu sebanyak 85%, dan hanya 15% yang mengalami waktu pulih sadar yang memanjang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 ( 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan waktu pulih sadar pada pasien pediatrik di RSI Fatimah Cilacap. Mempertimbangkan status gizi (IMT) sebagai salah satu faktor dalam penilaian pra-anestesi untuk pasien anak. Adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan waktu pulih sadar, perencanaan sumber daya di ruang pemulihan (recovery room) dapat diatur lebih efisien, seperti pengaturan jadwal tindakan dan kesiapan jumlah tenaga medis sesuai kebutuhan pasien