Rocky Wongkar
Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sinergi Hermeneutik dan Homiletika dalam Khotbah Ekspositori:: Kunci Transformasi Iman dan Pelayanan Jemaat Rocky Wongkar; Daud Manno
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 9 No. 1 (2026): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/phr.v9i1.707

Abstract

Khotbah ekspositori merupakan salah satu bentuk pemberitaan firman yang menempatkan teks Alkitab sebagai pusat pesan, dengan tujuan menguraikan makna asli teks dan mengaplikasikannya secara relevan bagi pendengar. Integrasi antara hermeneutik ilmu menafsirkan teks dan homiletika seni menyampaikan khotbah merupakan kunci agar khotbah ekspositori memiliki dampak yang mendalam. Hermeneutik yang akurat memastikan kesetiaan terhadap maksud penulis Alkitab, sementara homiletika yang baik menerjemahkan hasil penafsiran menjadi penyampaian yang hidup dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis isi terhadap beberapa model khotbah ekspositori yang diterapkan di gereja-gereja. Sumber yang dianalisis meliputi karya akademik dalam bidang hermeneutik, teori homiletika, dan studi empiris tentang dampak khotbah ekspositori terhadap kehidupan jemaat. Data diolah untuk mengidentifikasi prinsip integrasi hermeneutik dan homiletika yang efektif. Analisis menunjukkan bahwa khotbah ekspositori yang berhasil mengintegrasikan hermeneutik dan homiletika memiliki tiga ciri utama: (1) kesetiaan pada teks Alkitab melalui proses eksegesis yang ketat; (2) struktur khotbah yang jelas, logis, dan berpusat pada Kristus; dan (3) penerapan yang relevan terhadap konteks kehidupan jemaat. Hasil studi juga menunjukkan bahwa jemaat yang secara konsisten menerima khotbah ekspositori integratif mengalami pertumbuhan iman yang lebih stabil, peningkatan ketekunan membaca Alkitab, dan keterlibatan yang lebih aktif dalam pelayanan gereja. Integrasi hermeneutik dan homiletika tidak hanya berfungsi menjaga kemurnian pesan Injil, tetapi juga memastikan bahwa kebenaran yang disampaikan mampu mengubah kehidupan pendengar. Khotbah yang lahir dari kombinasi ini menjadi transformatif, bukan sekadar informatif. Sejalan dengan Efesus 4:11–16, pemberitaan Firman yang sehat memampukan jemaat untuk bertumbuh menjadi dewasa secara rohani, tidak terombang-ambing oleh ajaran yang keliru, dan berbuah dalam pelayanan yang matang. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi hermeneutik dan homiletika dalam kurikulum pendidikan teologi, sehingga pengkhotbah masa depan dapat mengkomunikasikan Firman secara setia dan relevan.