Rawin Iksana Putra
Hukum Ekonomi Syariah, Universitass Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Cacingan Melalui Gerakan Hidup Bersih Pada Balita di Desa Kayunan, Kecamatan Soko khoirul fadhila Fadhila; Eko Arief Cahyono; Laily Rima Febrianti; Melyza Wilda Aulia; Rawin Iksana Putra; Habib Faliqul Umam
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.38410

Abstract

Rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat pedesaan masih menjadi penyebab utama tingginya kasus infeksi cacingan pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita di Desa Kayunan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, mengenai pencegahan penyakit cacingan melalui edukasi partisipatif berbasis gerakan hidup bersih. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 15 ibu balita sebagai peserta aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi praktik cuci tangan, edukasi penggunaan alas kaki, dan pendampingan kebersihan lingkungan rumah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan praktik PHBS, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 52,4 pada pre-test menjadi 87,6 pada post-test. Selain itu, terjadi perubahan perilaku nyata seperti meningkatnya kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, dan penggunaan alas kaki oleh anak-anak. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi partisipatif efektif dalam menumbuhkan kesadaran kolektif serta dapat dijadikan model pemberdayaan kesehatan masyarakat di tingkat desa.