Dian Kagungan
Departemen Ilmu Administrasi Negara, Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intervensi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lintas Sektor Sebagai Strategi Pencegahan Stunting di Wilayah Pesisir Kelurahan Kota Karang Intan Fitri Meutia; Dian Kagungan; Devi Yulianti; Anna Gustina Zainal; Noverman Duadji; Rizki Amelia Putri1
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.35330

Abstract

Abstrak Permasalahan stunting masih menjadi isu krusial di wilayah pesisir Kelurahan Kota Karang, Kota Bandar Lampung, dengan prevalensi mencapai 31,4%, melebihi rata-rata kota sebesar 13,4% pada tahun 2023. Tingginya angka ini disebabkan oleh rendahnya literasi gizi keluarga, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta lemahnya sinergi lintas sektor dalam menangani stunting secara integratif. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas sektor. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan (penyusunan materi dan koordinasi), pelaksanaan (sosialisasi, ceramah, diskusi, penyuluhan, pengukuran indeks stunting, dan pendampingan), serta evaluasi (pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan kognitif peserta). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 71,00 meningkat menjadi 97,00 pada post-test dan nilai N-Gain sebesar 0,876 atau 87,6% (kategori tinggi). Kontribusi nyata dari kegiatan ini adalah terciptanya model intervensi berbasis komunitas yang mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan stunting, serta memperkuat sinergi lintas sektor sebagai strategi sistematis dalam peningkatan kesehatan anak di wilayah pesisir. Hasil ini juga dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa sebagai strategi penguatan ketahanan gizi masyarakat berbasis lokal. Kata kunci: stunting, pemberdayaan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, pesisir perkotaan, edukasi gizi. Abstract Stunting remains a critical issue in the coastal area of Kota Karang Urban Village, Bandar Lampung City, with a prevalence reaching 31.4%, exceeding the city’s average of 13.4% in 2023. This high rate is attributed to low family nutrition literacy, limited access to health facilities, and inadequate cross-sectoral coordination in addressing stunting in an integrated manner. This community service program aims to enhance public knowledge, awareness, and engagement in stunting prevention through a community empowerment approach based on cross-sector collaboration. The method employed consists of three stages: preparation (development of educational materials and coordination), implementation (socialization, lectures, discussions, counseling, measurement of the stunting index, and mentoring), and evaluation (pre-tests and post-tests to assess cognitive changes). The results showed a significant increase in participants' knowledge, with the average pre-test score of 71.00 rising to 97.00 in the post-test, and an N-Gain score of 0.876 or 87.6% (categorized as high). This activity contributes significantly by establishing a community-based intervention model that effectively raises awareness and encourages active participation in stunting prevention, while also strengthening cross-sectoral synergy as a systemic strategy to improve child health in coastal areas. The outcome of this program can also be replicated in other regions with similar characteristics as a strategy to strengthen local nutrition resilience.