Muliana
Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI PERNAPASAN TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Muliana; Ummu Aiman
Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Akademi Kebidanan Nusantara 2000

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kvntc249

Abstract

Rasa nyeri pada persalinan terjadi karena aktivitas besar di dalam tubuh guna untuk mengeluarkan bayi. Persalinan diartikan sebagai peregangan pelebaran mulut rahim. Apabila nyeri tidak diatasi dengan baik masalah lain yang ditimbulkan yakni menyebabkan terjadinya hipoksia pada janin dan terhadap ibu akan mengalami persalinan yang lama dan menjadi impuls nyeri semakin meningkat, sehingga dapat meningkatnya angka morbiditas janin dan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi pernapasan terhadap intensitas nyeri, lama persalinan dan robekan jalan lahir di PMB Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 14 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan teknik relaksasi napas dalam rata-rata tingkat nyeri adalah 6,93, sedangkan setelah relaksasi napas dalam rata-rata 4,07 dengan ρ value 0,000, artinya ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk selalu meningkatkan pengetahuan dengan menggali informasi tentang relaksasi napas dalam dan bersedia dilakukan relaksasi napas dalam sehingga dapat menurunkan nyeri saat persalinan.