Sella Paningidang
Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teologi Doa Yohanes Calvin sebagai Kritik terhadap Mistisisme dan Pragmatisme Iman dalam GMIM Sella Paningidang; Riedel Ch Gosal
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54369/ajtpk.v5i1.91

Abstract

Abstract: Contemporary church life demonstrates a tendency to view prayer from both mystical and practical perspectives. Prayer is often viewed as a means to gain benefits, supernatural powers, and a measure of the success of one's faith. This has even led to the creation of cults of worship for those deemed to have "effective" prayer. The spiritual dynamics of the congregation of the Evangelical Christian Church in Minahasa also demonstrate a similar tendency. Misunderstandings can shift the meaning of prayer from a relationship of faith with God to a transactional spiritual practice. This study aims to examine John Calvin's theology of prayer, which in its application critiques mysticism and pragmatism in the practices of the Evangelical Christian Church in Minahasa. The methodology used is qualitative research with a historical-theological perspective and a literature review. The results show that John Calvin viewed prayer as an act of faith that arises from an understanding of God's grace, and not as a means to force God to comply with human will. While various studies on the phenomenon of prayer exist, this paper seeks to explicitly place Calvin's theology of prayer within the GMIM framework as a corrective theological framework for revitalizing a biblical and God-centered understanding of prayer.  Abstrak: Kehidupan gereja masa kini menunjukkan kecenderungan untuk memandang doa dari perspektif mistis dan praktis. Doa sering dilihat sebagai cara untuk mendapatkan manfaat, kekuatan supranatural, dan tolok ukur keberhasilan iman seseorang. Hal ini bahkan telah menyebabkan terciptanya kultus pemujaan bagi mereka yang dianggap memiliki doa yang “efektif”. Dinamika spiritual jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa juga menunjukkan kecenderungan serupa. Pemahaman yang keliru dapat menggeser makna doa dari relasi iman kepada Allah menjadi praktik spiritual yang bersifat transaksional. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti teologi doa Yohanes Calvin yang dalam penerapannya mengkritisi mistisisme dan pragmatisme dalam praktek Gereja Masehi Injili di Minahasa. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan perspektif historis-teologis dan tinjauan pustaka. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Yohanes Calvin memandang doa sebagai tindakan iman yang muncul dari pemahaman tentang kasih karunia Allah, dan bukan sebagai sarana untuk memaksa Allah agar mengikuti kehendak manusia. Ada berbagai penelitian tentang fenomena doa, tapi dalam tulisan ini berupaya untuk menempatkan teologi doa Calvin secara eksplisit dalam kerangka GMIM sebagai kerangka teologis korektif untuk menghidupkan kembali pemahaman doa yang Alkitabiah dan berpusat pada Allah.