ABSTRACT The rapid development of technology and information flow in the digital era has created challenges in fostering students’ religious behavior. Therefore, educational efforts that effectively instill moral and religious values are essential. This study aimed to analyze the influence of Akhlak Lil Banin book study and the Islamic school environment on the religious behavior of students at SMP Al Hamra Cilongok. The research employed a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of 45 seventh- and eighth-grade students selected through total sampling. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation, and analyzed using multiple linear regression. The results revealed that the study of Akhlak Lil Banin had a positive and significant effect on students’ religious behavior (β = 0.554; p < 0.001), while the Islamic school environment also showed a positive and significant effect (β = 0.436; p = 0.010). Simultaneously, both variables contributed 71.2% to students’ religious behavior. These findings highlight the importance of integrating moral education and an Islamic school culture in fostering students’ religious character. ABSTRAK Perkembangan teknologi dan arus informasi di era digital menimbulkan tantangan dalam pembentukan perilaku religius peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai akhlak dan religiusitas secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kajian kitab Akhlak Lil Banin dan lingkungan sekolah Islami terhadap perilaku religius siswa di SMP Al Hamra Cilongok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian terdiri atas 45 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian kitab Akhlak Lil Banin berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku religius siswa (β = 0,554; p < 0,001), sedangkan lingkungan sekolah Islami juga berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,436; p = 0,010). Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 71,2% terhadap perilaku religius siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan akhlak dan budaya sekolah Islami dalam pembentukan karakter religius peserta didik.