Grammatical errors remain one of the most common problems encountered in the writing skills of learners of Indonesian as a Foreign Language (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, BIPA). These errors may affect the clarity of communication and indicate difficulties in the process of second language acquisition. Therefore, this study aims to analyze the types of grammatical errors found in BIPA learners’ writing and to identify the factors contributing to such errors. This study employed a descriptive qualitative approach using the error analysis method. The research data consisted of written texts produced by BIPA learners and were collected through documentation techniques. Data were analyzed through the stages of identification, classification, and description of errors based on morphological and syntactic aspects. The findings revealed five categories of grammatical errors, namely affixation errors (35%), preposition errors (22%), sentence structure errors (18%), subject–predicate errors (15%), and conjunction errors (10%). Among these, affixation errors were the most dominant. The factors contributing to these errors included first-language interference, limited mastery of Indonesian grammatical rules, and the ongoing process of second language acquisition. The findings indicate that greater emphasis should be placed on teaching affixation and sentence structure in BIPA programs. This study provides practical implications for BIPA instructors in designing more effective grammar-learning strategies to improve learners’ writing proficiency. ABSTRAK Kesalahan tata bahasa masih menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam keterampilan menulis pembelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kesalahan tersebut dapat memengaruhi kejelasan pesan dan menunjukkan adanya kendala dalam proses pemerolehan bahasa kedua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesalahan tata bahasa yang terdapat dalam tulisan pembelajar BIPA serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis kesalahan berbahasa. Data penelitian berupa tulisan pembelajar BIPA yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi kesalahan berdasarkan aspek morfologi dan sintaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan tata bahasa yang ditemukan meliputi kesalahan afiksasi (35%), preposisi (22%), struktur kalimat (18%), hubungan subjek dan predikat (15%), serta konjungsi (10%). Kesalahan afiksasi merupakan jenis kesalahan yang paling dominan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan meliputi interferensi bahasa pertama, keterbatasan penguasaan kaidah tata bahasa Indonesia, serta proses pemerolehan bahasa kedua yang masih berlangsung. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa aspek afiksasi dan struktur kalimat perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengajar BIPA dalam merancang strategi pembelajaran tata bahasa yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis pembelajar.