Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan standardisasi proses manufaktur guna meningkatkan daya saing UMKM industri genting di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Permasalahan utama mitra terletak pada proses produksi tradisional yang sangat bergantung pada intuisi dan kondisi cuaca, sehingga menghasilkan variasi kualitas produk yang tinggi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang diintegrasikan dengan alat manajemen kualitas SIPOC (Supplier, Input, Process, Output, Customer) dan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemetaan proses bisnis berhasil mengidentifikasi titik kritis pada tahap pengeringan dan pembakaran yang memicu cacat produk. Melalui penyusunan SOP partisipatif dan pendampingan teknis, terjadi transformasi pola kerja mitra dari sistem berbasis pengalaman individu menuju sistem operasional yang lebih terukur dan semi-terstandar. Kesimpulannya, standardisasi ini efektif meningkatkan konsistensi mutu dan kualitas manajerial UMKM. Meskipun demikian, keterbatasan infrastruktur pengeringan mekanis tetap menjadi tantangan utama. Rekomendasi ke depan difokuskan pada modernisasi teknologi produksi serta digitalisasi pelaporan mutu untuk menjamin keberlanjutan industri di masa depan.