Gita Cahya Ulul Azmi
Telkom University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL TRUE ALLIANCE Gita Cahya Ulul Azmi; Martha Tri Lestari
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i2.27342

Abstract

Perusahaan multinasional menghadapi tantangan dalam mengelola budaya organisasi akibat keberagaman latar belakang budaya karyawan. Budaya organisasi menjadi faktor penting dalam membentuk pola kepemimpinan, komunikasi, serta kinerja kerja di lingkungan lintas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya organisasi yang terbentuk pada perusahaan multinasional True Alliance cabang Indonesia, dengan fokus pada budaya kepemimpinan, orientasi terhadap ketidakpastian, dan orientasi waktu organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro, serta keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di True Alliance terbentuk secara organik melalui praktik kerja sehari-hari. Budaya kepemimpinan bersifat egaliter dengan komunikasi dua arah yang dominan dan hierarki yang tidak kaku. Organisasi juga menerapkan trust-based culture yang ditandai oleh fleksibilitas kerja tinggi dan rasa tanggung jawab individu. Selain itu, orientasi waktu organisasi lebih menekankan pencapaian target bisnis jangka pendek dengan perencanaan yang bersifat adaptif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa budaya organisasi berbasis komunikasi, kepercayaan, dan fleksibilitas dapat mendukung efektivitas kerja perusahaan multinasional tanpa bergantung pada aturan formal tertulis.