Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Obat Asam Urat yang Rasional dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat di Masyarakat Kelurahan Kambu, Kota kendari La Ode Muhammad Fitrawan; Sitti Raodah Nurul Jannah; Dian Munasari Solo; Asniar Pascayantri; Aishah Handayani; Dwi Purnama Sari; Manfret Gobai; Nursa Yanggun Musria; Vera Yunita
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.150

Abstract

Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak ditemukan di masyarakat dan terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri sendi, pembengkakan, serta gangguan aktivitas sehari-hari. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat asam urat yang benar menyebabkan banyak pasien menggunakan obat secara tidak rasional, seperti penggunaan tanpa resep, ketidaksesuaian dosis, serta pemberhentian obat secara tiba-tiba. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara rutin menjadi faktor meningkatnya risiko komplikasi penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan obat asam urat yang rasional dan pentingnya pemeriksaan kadar asam urat di masyarakat. Metode yang digunakan berupa studi deskriptif dengan pendekatan edukatif serta pemeriksaan kesehatan langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki kadar normal (75,56%), namun terdapat 24,44% kasus hiperurisemia yang didominasi oleh kelompok perempuan. Hasil % nilai pemahaman masyarakat terhadap asam urat pada tahap pre-test, akumulasi total dengan persentase keberhasilan sebesar 78,9%. Setelah diberikan edukasi kesehatan, pada tahap post-test jumlah persentase pemahaman mencapai 93,8%. Melalui edukasi berkelanjutan, diharapkan masyarakat mampu menggunakan obat secara rasional dan menjaga kesehatan secara mandiri.
Edukasi Penggunaan Obat Asam Urat yang Rasional dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat di Masyarakat Kelurahan Kambu, Kota kendari La Ode Muhammad Fitrawan; Sitti Raodah Nurul Jannah; Dian Munasari Solo; Asniar Pascayantri; Aishah Handayani; Dwi Purnama Sari; Manfret Gobai; Nursa Yanggun Musria; Vera Yunita
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.150

Abstract

Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak ditemukan di masyarakat dan terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri sendi, pembengkakan, serta gangguan aktivitas sehari-hari. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat asam urat yang benar menyebabkan banyak pasien menggunakan obat secara tidak rasional, seperti penggunaan tanpa resep, ketidaksesuaian dosis, serta pemberhentian obat secara tiba-tiba. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara rutin menjadi faktor meningkatnya risiko komplikasi penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan obat asam urat yang rasional dan pentingnya pemeriksaan kadar asam urat di masyarakat. Metode yang digunakan berupa studi deskriptif dengan pendekatan edukatif serta pemeriksaan kesehatan langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki kadar normal (75,56%), namun terdapat 24,44% kasus hiperurisemia yang didominasi oleh kelompok perempuan. Hasil % nilai pemahaman masyarakat terhadap asam urat pada tahap pre-test, akumulasi total dengan persentase keberhasilan sebesar 78,9%. Setelah diberikan edukasi kesehatan, pada tahap post-test jumlah persentase pemahaman mencapai 93,8%. Melalui edukasi berkelanjutan, diharapkan masyarakat mampu menggunakan obat secara rasional dan menjaga kesehatan secara mandiri.