Himawan Indrajat
Dosen, Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP, Universitas Lampung, Lampung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Identitas Etnis Jawa dalam Dua Konteks Migrasi: Sintesis Sistematis Komparatif Transmigrasi Indonesia dan Diaspora Malaysia Himawan Indrajat; Pitojo Budiono
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i2.98

Abstract

Latar belakang: Celah literatur yang signifikan ditemukan dalam kajian komparatif transformasi identitas etnis Jawa antara dua konteks migrasi yang secara struktural berbeda, yakni transmigrasi domestik Indonesia dan diaspora Malaysia, sehingga pemahaman mengenai variabel pemoderasi kebijakan keetnisan negara terhadap proses akulturasi masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengungkap divergensi trajektori transformasi identitas etnis Jawa dalam kedua konteks migrasi tersebut serta mengidentifikasi mekanisme dan variabel struktural yang menentukan arah dan kedalaman transformasi identitas. Metode: Penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan desain meta-sintesis kualitatif berprotokol PRISMA dan kerangka SPIDER. Dari 847 artikel yang teridentifikasi dari Scopus, Web of Science, JSTOR, Google Scholar, dan ProQuest (2010–2024), sebanyak 67 artikel memenuhi kriteria inklusi sebagai korpus analisis utama. Hasil: Tiga temuan kunci teridentifikasi: (1) komunitas transmigrasi domestik cenderung mempertahankan identitas kolektif-komunal melalui mekanisme separasi-integratif, sementara diaspora Jawa di Malaysia mengalami asimilasi bertahap yang intensif lintas generasi; (2) institusi adat, bahasa, dan jaringan sosial komunal berfungsi sebagai mekanisme penyangga dengan efektivitas berbeda di kedua konteks; (3) rezim kebijakan keetnisan negara, khususnya Bumiputera di Malaysia, terbukti sebagai variabel pemoderasi determinan. Kesimpulan: Penelitian ini memperkuat kerangka akulturasi Berry dan teori batas etnis Barth dengan menambahkan dimensi kebijakan keetnisan negara sebagai variabel pemoderasi yang lebih determinan dibandingkan latar belakang budaya asal, sekaligus menegaskan relevansi kajian komparatif lintas konteks migrasi.