UMKM Incatring merupakan usaha katering dan warung makan milik Ibu Mutmainah yang berlokasi di Jalan Karang Gayam No. 9C, Tambaksari, Surabaya, dan telah berdiri sejak 15 April 2014. Sebagai pelaku usaha yang merintis bisnis secara mandiri setelah kehilangan pasangan hidup demi menghidupi ketiga anaknya, Ibu Mutmainah menjadi salah satu contoh nyata semangat wirausaha di kalangan perempuan. Meskipun memiliki potensi yang cukup besar, UMKM Incatring masih menghadapi beberapa kendala, terutama pada aspek pemasaran dan digitalisasi usaha, yaitu belum adanya identitas visual berupa logo, belum terdaftarnya lokasi usaha pada Google Maps, belum tersedianya media promosi digital, serta sistem pembayaran yang masih berbasis tunai dan transfer. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk membantu memperkuat branding dan mendorong digitalisasi UMKM Incatring agar visibilitas usaha meningkat dan jangkauan pemasaran dapat lebih luas. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif (Participatory Method) dan pendekatan Community Based Activity, dengan pelaksanaan yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendampingan dilakukan melalui tiga kali kunjungan pada periode Maret hingga Mei 2026. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan logo dan stiker kemasan, pembuatan akun Instagram @incatring.surabaya beserta konten promosi digital, pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, pendampingan pembuatan QRIS sebagai alternatif pembayaran non-tunai, serta penyusunan buku panduan literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa UMKM Incatring kini telah memiliki identitas visual yang lebih konsisten, keberadaan digital yang dapat diakses oleh masyarakat luas, serta fasilitas pembayaran non-tunai bagi pelanggan. Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari SDGs nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, di mana kerja sama antara mahasiswa Universitas Airlangga dan UMKM Incatring memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha secara berkelanjutan.