Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Gaya Hidup Relationship Manager Kredit Dan Potensi Fraud Dengan Kualitas Pengawasan Atasan Sebagai Pemoderasi Terhadap Terjadinya Kredit Macet Di Sektor Perbankan Hotman Ds; M. Irsan Nasution
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Akuntansi Medan Januari 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v7i1.8474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gaya Hidup dan Potensi Fraud terhadap Kredit Macet, serta menguji peran Pengawasan Atasan sebagai variabel moderasi pada Relationship Manager (RM) Kredit di BRI Kanwil Medan. Fenomena kredit macet merupakan tantangan utama perbankan yang dipicu tidak hanya oleh faktor eksternal nasabah, tetapi juga integritas dan perilaku personal tenaga pemasar (RM). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 172 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda serta Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Gaya Hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kredit Macet dengan nilai signifikansi 0,016. Potensi Fraud juga berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap Kredit Macet dengan nilai signifikansi < 0,001. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 74,2% terhadap variasi Kredit Macet. Hasil uji moderasi (MRA) membuktikan bahwa Pengawasan Atasan secara signifikan mampu memoderasi (memperlemah) pengaruh Gaya Hidup terhadap Kredit Macet (Sig. 0,047). Namun, Pengawasan Atasan tidak ditemukan mampu memoderasi pengaruh Potensi Fraud terhadap Kredit Macet (Sig. 0,427). Temuan ini mengimplikasikan bahwa perusahaan perlu memperkuat sistem audit internal yang lebih teknis untuk memitigasi Fraud, selain mengandalkan pengawasan manajerial rutin.