Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan subindustri emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Fokus utama penelitian adalah menilai kondisi kesehatan fundamental perusahaan melalui analisis rasio keuangan komprehensif yang meliputi rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas guna memastikan keberlangsungan usaha (going concern). Metode penelitian: Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan tiga emiten terpilih, yaitu PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI). Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya divergensi kinerja yang sangat kontras di antara ketiga emiten. PSAB mencatatkan performa terbaik melalui pemulihan profitabilitas dari zona negatif, penguatan likuiditas, dan peningkatan efisiensi operasional. Sebaliknya, ARCI mulai mengalami tekanan finansial akibat penurunan margin laba dan ketergantungan utang yang tinggi, sementara SQMI berada dalam kondisi financial distress ekstrem dengan operasional yang hampir terhenti sepenuhnya. Kesimpulan: PSAB memiliki fondasi keuangan paling kokoh, sedangkan SQMI menghadapi ancaman kelangsungan usaha nyata akibat rasio utang yang melonjak 19 kali lipat dari modal. Perusahaan disarankan segera melakukan restrukturisasi utang dan efisiensi biaya, sementara investor diimbau lebih selektif dalam memilih emiten berdasarkan tren fundamental.