Riza Urzilla
Universitas Al-Quran Ittifaqiah (UQI) Indralaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia Dini: Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganannya Vinna Asta Rani; Riza Urzilla; Vlora Veronika; Hilwa Inaz Tazkia; Novita Loka
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterlambatan bicara pada anak usia dini dengan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi serta upaya yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ragam penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak usia dini berinisial M.B.E.Z yang bersekolah di PAUD Al-Ikhlas, Desa Payaraman Timur, sedangkan penelitian dilaksanakan di Kelurahan Payaraman Barat, Kec.Payaraman, Kab.Oganilir, Prov.Sumatera Selatan. Teknik pengumpulan data diadakan melalui observasi dan wawancara. Observasi digunakan demi melihat kemampuan berbicara anak, respons komunikasi, serta interaksi anak dengan lingkungan sekitarnya. Sementara itu, wawancara dilakukan kepada orang tua untuk mendapatkan data mengenai perkembangan bahasa anak, kebiasaan anak dirumah, pola komunikasi dalam keluarga, penggunaan gadget, serta langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menangani keterlambatan bicara. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlambatan bicara pada anak dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi orang tua dalam membiasakan anak berbicara sejak usia dini, tingkat pendidikan orang tua, pola komunukasi keluarga yang belum tepat, serta penggunaan gadget yang berlebihan. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan anak dalam komunikasi, menyampaikan pikiran dan perasaan, serta mengendalikan emosi. Adapun Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut meliputi membiasakan anak untuk diajak berbicara, memanfaatkan media belajar yang bersifat edukatif dengan pendampingan orang tua, membangun kerjasama antara keluarga dan lingkungan sekitar, serta menerapkan metode bercerita untuk merangsang perkembangan bahasa anak.