Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

VARIASI BAHASA MAHASISWA GORONTALO DALAM INTERAKSI IN-GROUP DAN OUT-GROUP DI YOGYAKARTA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Nurkholis Pilomonu; Muslem; Siti Qori' Atun Hizbaeni; Eka Desi Susanti; Monika Sari
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2831

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis variasi bahasa mahasiswa Gorontalo dalam interaksi in-group (sesama mahasiswa Gorontalo) dan out-group (penutur non-Gorontalo) di Yogyakarta, serta mengidentifikasi faktor sosial yang memengaruhi penggunaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, perekaman tuturan, dan wawancara semi-terstruktur. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari enam mahasiswa Gorontalo yang tinggal di asrama daerah. Analisis data dilakukan dengan mentranskripsi tuturan secara verbatim, mengelompokkan data berdasarkan konteks interaksi, dan mengaitkannya dengan teori pilihan bahasa Fishman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ranah privat asrama yang homogen, mahasiswa cenderung menggunakan bahasa Gorontalo untuk menegaskan identitas kedaerahan dan solidaritas kelompok. Dalam situasi santai, bahasa Gorontalo disertai unsur candaan dan fleksibilitas gaya tutur sebagai bentuk permainan bahasa yang mencerminkan dinamika identitas linguistik. Dalam interaksi lintas etnis dan ranah formal akademik, mahasiswa menyesuaikan bahasa dengan menggunakan bahasa Indonesia dan sapaan kultural seperti “mas” untuk menjaga kesopanan dan keharmonisan sosial. Fenomena peralihan bahasa ini menunjukkan negosiasi identitas linguistik, di mana mahasiswa menyeimbangkan identitas kedaerahan dengan tuntutan kesantunan sosial di lingkungan perantauan. Penelitian ini menegaskan bahwa pilihan bahasa mahasiswa Gorontalo bukan sekadar alat komunikasi, tetapi praktik sosial yang kompleks, mencerminkan strategi akomodasi, adaptasi sosial, dan penegasan identitas.