Yanuar Dhuma Ardhiyanto
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAYA TAHAN AEROBIK PADA ATLET SEPAK BOLA CEREBRAL PALSY Yanuar Dhuma Ardhiyanto; Muhamad Bram Riyadi; Islahuzzaman Nuryadin; Rumi Iqbal Doewes
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tahan aerobik pada pemain sepak bola cerebral palsy (CP). Daya tahan aerobik merupakan komponen fisik utama dalam performa sepak bola, termasuk dalam olahraga adaptif seperti sepak bola CP. Atlet dengan cerebral palsy mengalami keterbatasan neuromotorik yang dapat memengaruhi kapasitas fungsional dan efisiensi kardiovaskular mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui Balke Running Test untuk mengukur kapasitas aerobik (VO2max). Sebanyak 14 atlet sepak bola CP tingkat nasional berpartisipasi dalam penelitian ini, yang terbagi ke dalam klasifikasi FT1 (n=2), FT2 (n=8), dan FT3 (n=4). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata VO2max keseluruhan sebesar 40,88 ml/kg/menit, yang dikategorikan dalam tingkatan sedang. Secara spesifik, rerata nilai per kategori adalah 38,2 ± 2,93 ml/kg/menit (FT1), 43,2 ± 3,48 ml/kg/menit (FT2), dan 41,2 ± 4,11 ml/kg/menit (FT3). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan VO2max yang signifikan antar klasifikasi fungsional (?²=2.2857, p = 0.3189) dengan effect size yang kecil (?²H=0.0260). Faktor-faktor yang memengaruhi temuan ini meliputi keterbatasan ukuran sampel serta efek homogenisasi dari program latihan intensif terpusat. Kesimpulannya, meskipun keterbatasan fungsi motorik mendikte mekanika gerak, program latihan tingkat elite yang terstruktur mampu meminimalkan kesenjangan efisiensi kardiovaskular antar kelas atlet sepak bola CP tingkat nasional.
Klasifikasi keberbakatan olahraga berbasis k-means clustering pada remaja usia 13–15 tahun Yanuar Dhuma Ardhiyanto; Arief Darmawan; Maulana Aditya Pamungkas; Ernis Asanti; Lala Sri Fadila; Khurotul Aini; Gilang Briliananda
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 14 No 3 (2026): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v14i3/326

Abstract

Latar Belakang Masalah: Klasifikasi keberbakatan olahraga secara objektif merupakan tantangan metodologis yang belum terpecahkan secara optimal dalam ilmu keolahragaan, khususnya di level daerah. Sistem identifikasi bakat yang ada masih didominasi oleh penilaian subjektif pelatih dan penggunaan tabel normatif tunggal yang tidak mampu menangkap kompleksitas profil multivariat individu. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan tingkat keberbakatan olahraga pada remaja putra dan putri usia 13–15 tahun di Kabupaten Banyumas menggunakan algoritma K-Means Clustering berbasis enam komponen kebugaran fisik. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Sampel terdiri dari 65 siswi dan 54 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Enam instrumen tes digunakan: lempar tangkap bola tenis (koordinasi mata-tangan), lempar bola basket (power otot lengan), loncat tegak (power otot tungkai), lari zigzag (kelincahan), lari sprint 30 meter (kecepatan), dan VO₂Max (daya tahan kardiovaskular). Data distandarisasi dengan z-score sebelum diproses algoritma K-Means Clustering (k=3), dilanjutkan uji ANOVA satu arah dan uji post hoc Tukey (α = 0,05) menggunakan R-Studio. Hasil: Hasil klasterisasi sampel perempuan: Klaster 1 (kurang berbakat) 36 siswi, Klaster 2 (berbakat) 24 siswi, dan Klaster 3 (sangat berbakat) 5 siswi. Sampel laki-laki: Klaster 1 (kurang berbakat) 9 siswa, Klaster 2 (berbakat) 13 siswa, dan Klaster 3 (sangat berbakat) 32 siswa. ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar klaster (p < 0,05). Item tes lari cepat tidak signifikan pada sampel perempuan, dan loncat tegak tidak signifikan pada sampel laki-laki. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa K-Means Clustering merupakan pendekatan yang valid dan objektif untuk klasifikasi keberbakatan olahraga remaja, serta menyediakan basis data ilmiah untuk pengembangan program pembinaan atlet muda di Kabupaten Banyumas.