Moh. Sahlan
Universitas Al-Falah As-Suniyyah, Indonesia, Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pembelajaran PAI dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di MI Miftahul Ulum Wirowongso Ajung Muhammad Tis Asuh Sobirin; Moh. Sahlan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/exjvy944

Abstract

This study aims to evaluate the Islamic Religious Education (PAI) learning program in shaping the religious character of students at MI Miftahul Ulum Wirowongso Ajung. The study used a qualitative approach with an evaluative research type through the Context, Input, Process, Product (CIPP) model. Research informants consisted of the madrasah principal, Islamic Religious Education teachers, homeroom teachers, and students who were selected purposively. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the PAI learning program has run well in the aspects of context, input, process, and results. The program is supported by the madrasah's vision that is oriented towards the formation of religious character, teacher competence and adequate learning tools, as well as the implementation of learning that integrates role models, worship habits, and formative and summative assessments. The impact of the program is seen in the increase in worship habits, discipline, honesty, responsibility, and politeness of students. This study recommends strengthening innovation in learning strategies, developing digital-based learning media, and optimizing collaboration between madrasas, parents, and the community so that the formation of students' religious character takes place sustainably. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius peserta didik di MI Miftahul Ulum Wirowongso Ajung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif melalui model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembelajaran PAI telah berjalan dengan baik pada aspek konteks, masukan, proses, dan hasil. Program didukung oleh visi madrasah yang berorientasi pada pembentukan karakter religius, kompetensi guru dan perangkat pembelajaran yang memadai, serta pelaksanaan pembelajaran yang mengintegrasikan keteladanan, pembiasaan ibadah, dan asesmen formatif maupun sumatif. Dampak program terlihat dari meningkatnya kebiasaan beribadah, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap santun peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan inovasi strategi pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berbasis digital, serta optimalisasi kolaborasi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat agar pembentukan karakter religius peserta didik berlangsung secara berkelanjutan.
Inovasi Asesmen Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Digital dan Deep Learning dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Skills Peserta Didik Ahmad Salim Ulul Albab; Moh. Sahlan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/gy4jer97

Abstract

The development of digital technology has driven the transformation of various aspects of education, including learning assessment systems. Islamic Religious Education (PAI) is required to develop assessment models that not only measure mastery of religious material but also enhance students' Higher Order Thinking Skills (HOTS). This study aims to analyze innovations in Islamic Religious Education assessments based on digital technology and deep learning in improving students' HOTS. The study employed library research with a descriptive qualitative approach. Data were obtained through a review of various literature sources, including books, scientific journals, articles, proceedings, and relevant documents related to digital assessment, deep learning, Islamic Religious Education, and HOTS. Data analysis was conducted using content analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study results indicate that digital technology-based assessments facilitate learning evaluation through the use of digital platforms, Learning Management Systems (LMS), e-portfolios, interactive quizzes, and various learning applications, enabling an effective, flexible, and sustainable assessment process. Meanwhile, the deep learning approach encourages students to deeply understand Islamic concepts, engage in critical reflection, connect knowledge to the realities of life, and develop analytical, evaluation, and creative skills. The integration of digital technology and deep learning results in an assessment model that is more authentic, contextual, and oriented toward developing HOTS (Highest Level of Understanding). In addition to enhancing critical thinking and problem-solving skills, this assessment innovation also contributes to strengthening students' religious character, ethics, and social responsibility. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi berbagai aspek pendidikan, termasuk dalam sistem asesmen pembelajaran. Pendidikan Agama Islam (PAI) dituntut untuk mengembangkan model asesmen yang tidak hanya mengukur penguasaan materi keagamaan, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi asesmen Pendidikan Agama Islam berbasis teknologi digital dan deep learning dalam meningkatkan HOTS peserta didik. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui kajian berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, prosiding, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan asesmen digital, deep learning, Pendidikan Agama Islam, dan HOTS. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen berbasis teknologi digital memberikan kemudahan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran melalui penggunaan platform digital, Learning Management System (LMS), e-portfolio, kuis interaktif, dan berbagai aplikasi pembelajaran yang memungkinkan proses penilaian berlangsung secara efektif, fleksibel, dan berkelanjutan. Sementara itu, pendekatan deep learning mendorong peserta didik untuk memahami konsep keislaman secara mendalam, melakukan refleksi kritis, menghubungkan pengetahuan dengan realitas kehidupan, serta mengembangkan kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Integrasi teknologi digital dan deep learning menghasilkan model asesmen yang lebih autentik, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan HOTS. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, inovasi asesmen ini juga berkontribusi terhadap penguatan karakter religius, etika, dan tanggung jawab sosial peserta didik.