Evaluasi kinerja tenaga medis merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan di Klinik Amanah. Namun, pemilihan staf teladan sering terhambat oleh penilaian subjektif dan kompleksitas penimbangan indikator kinerja yang beragam, yang mengarah pada potensi ketidakakuratan dalam menghargai pencapaian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) yang terstruktur untuk mengoptimalkan identifikasi tenaga medis teladan dengan meminimalkan subjektivitas dan meningkatkan ketepatan proses seleksi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan Multi-Attribute Decision Making (MADM), khususnya menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW). Proses seleksi melibatkan beberapa kriteria utama, termasuk kompetensi klinis, kehadiran, disiplin kerja, dan kepuasan pasien. Setiap kriteria diberi bobot tertentu, dan metode SAW diterapkan untuk menghitung nilai preferensi untuk setiap kandidat, menghasilkan daftar personel yang diberi peringkat berdasarkan skor kinerja mereka secara keseluruhan. Hasil: Penerapan model ini memberikan kerangka pengambilan keputusan yang transparan dan akuntabel. Dengan memanfaatkan pendekatan MADM, sistem dapat secara efektif memproses beberapa variabel untuk menghasilkan peringkat objektif. Otomatisasi ini mengurangi waktu yang diperlukan untuk evaluasi dan memastikan bahwa gelar "Tenaga Medis Teladan" diberikan berdasarkan data yang terukur. Kesimpulan: Integrasi metode SAW ke dalam sistem manajemen Klinik Amanah secara signifikan meningkatkan efektivitas evaluasi sumber daya manusia. Sistem ini tidak hanya memudahkan manajemen dalam membuat keputusan berbasis data tetapi juga berfungsi sebagai alat motivasi bagi tenaga medis untuk meningkatkan kinerja profesional mereka.