Hipotensi intradialitik merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, penyakit penyerta, anemia, lama hemodialisa, dan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan kejadian hipotensi intradialitik. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 November - 19 Desember 2025 pada pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Kota Tanjungpinang. Populasi penelitian berjumlah 68 pasien dan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipotensi intradialitik sebanyak 32 responden (80,0%). Tidak terdapat hubungan antara usia (p = 0,689), jenis kelamin (p = 0,709), dan anemia (p = 0,257) dengan kejadian hipotensi intradialitik. Terdapat hubungan antara penyakit penyerta (p = 0,037), lama hemodialisa (p = 0,010), dan IDWG (p = 0,042) dengan kejadian hipotensi intradialitik. Disimpulkan bahwa penyakit penyerta, lama hemodialisa, dan IDWG berhubungan dengan kejadian hipotensi intradialitik pada pasien yang menjalani hemodialisa. Diperlukan upaya pencegahan hipotensi intradialitik melalui identifikasi dini pasien berisiko berdasarkan penyakit penyerta, lama menjalani hemodialisis, dan nilai IDWG. Intervensi berupa pengendalian IDWG melalui edukasi pembatasan cairan, optimalisasi pengelolaan penyakit penyerta, serta penyesuaian parameter hemodialisis diharapkan dapat menurunkan kejadian hipotensi intradialitik dan meningkatkan keselamatan serta kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis.