Diyan Marsella Sirait
Institut Kesehatan Helvetia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Pola Makan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Diyan Marsella Sirait; Irma Yuni
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.239

Abstract

Aktivitas fisik dan pola makan merupakan komponen penting dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Ketidakseimbangan kedua faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan pasien dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan pola makan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia berjumlah 82 orang. Sampel berjumlah 82 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan instrumen International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) sedangkan pola makan diukur menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan pola makan pada pasien diabetes melitus tipe 2 nilai p-value = 0,001 (p ≤ 0,05. Disimpulkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan yang bermakna dengan pola makan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perawat dan tenaga kesehatan dalam merancang program edukasi dan intervensi terpadu yang berfokus pada peningkatan aktivitas fisik dan perbaikan pola makan guna mendukung pengelolaan diabetes melitus tipe 2 serta menurunkan risiko komplikasi.