Honi Yuria Syafitri
Universitas Islam Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CAMPUR KODE DALAM PODCAST NOVEL BASWEDAN : FILM DOKUMENTER PESTA BABI, BABAT HABIS ALAM PAPUA UNTUK SIAPA? Anggi Dwi Irdianti; Honi Yuria Syafitri; Fatmawati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk campur kode serta faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode dalam Podcast Novel Baswedan dengan tema Film Dokumenter Pesta Babi, Babat Habis Alam Papua untuk Siapa?. Fenomena campur kode menjadi salah satu kajian penting dalam sosiolinguistik karena muncul sebagai akibat dari penggunaan dua bahasa atau lebih dalam suatu peristiwa tutur. Podcast sebagai media digital yang berkembang pesat memberikan ruang yang luas bagi penutur untuk menggunakan berbagai variasi bahasa, termasuk penyisipan unsur bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa video Podcast Novel Baswedan yang ditayangkan melalui YouTube, sedangkan data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat dengan cara menyimak, mentranskripsikan, serta mengidentifikasi tuturan yang mengandung campur kode. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 10 data campur kode yang seluruhnya termasuk campur kode ke luar (outer code mixing), yaitu penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam tuturan bahasa Indonesia. Bentuk campur kode yang ditemukan meliputi campur kode berbentuk kata, frasa, dan klausa. Penggunaan campur kode dalam podcast ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain keinginan penutur untuk memperjelas makna, memberikan penegasan terhadap gagasan yang disampaikan, menggunakan istilah yang lebih populer dan spesifik, serta menyesuaikan konteks pembahasan yang berkaitan dengan isu sosial, politik, dan lingkungan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya digunakan dalam komunikasi santai, tetapi juga dalam diskusi yang bersifat kritis dan akademis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosiolinguistik, khususnya mengenai penggunaan campur kode dalam media digital.