Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Jenis dan Habitat Mamalia di Hutan Adat Afsya, Kampung Bariat, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya Robert Limbeng; Maya M.S. Puttileihalat; Rony M. Kunda
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 3 Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i3.18601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman spesies mamalia dan tipe habitatnya di Hutan Adat Afsya, Kampung Bariat, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kombinasi pengamatan langsung, perangkap kamera, dan perangkap sangkar di sepanjang lima jalur pengamatan. Data yang dikumpulkan meliputi komposisi spesies, jumlah individu, tipe habitat, dan status konservasi berdasarkan Daftar Merah IUCN, CITES, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia No. P.106/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam spesies mamalia yang termasuk dalam enam famili tercatat di wilayah penelitian, yaitu Echymipera kalubu (Peramelidae), Dorcopsis muelleri (Macropodidae), Sus scrofa papuensis (Suidae), Dactylopsila trivirgata (Petauridae), Phalanger orientalis (Phalangeridae), dan Myoictis wavicus (Dasyuridae), dengan total 228 individu yang terdeteksi. Echymipera kalubu merupakan spesies yang paling dominan dengan 188 individu yang tercatat di seluruh transek. Sebagian besar mamalia yang diidentifikasi adalah spesies terestrial yang memanfaatkan lantai hutan untuk mencari makan dan berlindung, sementara beberapa spesies seperti Phalanger orientalis dan Dactylopsila trivirgata menggunakan habitat arboreal di kanopi hutan. Berdasarkan status konservasi, sebagian besar spesies dikategorikan sebagai Kurang Khawatir menurut IUCN Red List, sedangkan Myoictis wavicus diklasifikasikan sebagai Kurang Data. Dorcopsis muelleri dilindungi berdasarkan peraturan Indonesia (Permen LHK No. P.106/2018), dan bersama dengan Phalanger orientalis terdaftar dalam Appendix II CITES. Kehadiran spesies-spesies ini menunjukkan bahwa kondisi habitat Hutan Adat Afsya, Kampung Bariat, masih relatif terjaga dan mampu mendukung keanekaragaman satwa liar di wilayah tersebut.