Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis peran berbagai stakeholder dalam program Rehabilitasi Mangrove Blue Carbon Initiative di wilayah studi dengan pendekatan kualitatif eksploratif. Pemetaan stakeholder dilakukan untuk mengidentifikasi pihak‑pihak yang terlibat, memahami bentuk kepentingan mereka terhadap program, serta menilai tingkat pengaruh yang dimiliki dalam mendukung atau menghambat implementasi kegiatan rehabilitasi mangrove. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aktor kunci, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk menggambarkan dinamika relasi antar stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok dengan pengaruh besar dan kepentingan tinggi meliputi pemerintah desa, kelompok tani hutan, dinas kehutanan/KPH, sektor swasta pendukung program, dan akademisi, yang secara bersama‑sama berkontribusi terhadap keberhasilan program melalui legitimasi sosial, dukungan sumber daya, serta pengetahuan ilmiah. Di sisi lain, aktor seperti PKK, BUMDES, dan pemerintah kabupaten/provinsi memiliki kepentingan tetapi pengaruh yang relatif rendah, sehingga memerlukan strategi pemberdayaan dan pelibatan agar perannya dapat optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman keterkaitan antar stakeholder dalam pengelolaan sumber daya alam yang kompleks demi memastikan kolaborasi multipihak yang efektif, responsif terhadap kebutuhan lokal, serta berkontribusi pada tujuan ekologis dan sosial‑ekonomi yang berkelanjutan dalam rehabilitasi mangrove. Hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar perumusan strategi keterlibatan stakeholder dalam program serupa di masa depan.