Kevin Supratman
Medical Acupuncture Study Program Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Akupunktur Manual Pada Paresis Plika Vokalis Bilateral: Laporan Kasus Kevin Supratman; Christina Lanny Simadibrata
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.6604

Abstract

Pendahuluan: Paresis plika vokalis merupakan gangguan sebagian dari fungsi motorik pita suara. Gejalanya adalah disfonia, hilangnya nada tinggi, suara serak, sesak napas, nyeri tenggorokan, tersedak, atau turunnya stamina vokal. Pada tahap awal pengobatan, dapat dilakukan terapi suara untuk memperbaiki pergerakan pita suara. Tindakan medialisasi injeksi dan tindakan invasif lainnya dapat dilakukan jika terapi suara tidak membuahkan hasil. Medialisasi injeksi dapat bertahan berkisar 2–12 bulan. Namun, tindakan injeksi medialisasi atau operasi merupakan tindakan dengan biaya yang besar dan efek samping yang beragam. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk melihat manfaat dari akupunktur manual pada kasus paresis plika vokalis bilateral pascaoperasi tiroidektomi total. Laporan Kasus: Perempuan, 58 tahun, dengan keluhan suara kecil dan serak disertai rasa kebas dan tidak nyaman di leher bagian depan sejak operasi tiroidektomi total. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 23 bulan yang lalu. Pasien didiagnosis menderita paresis plika vokalis bilateral berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pasien mengalami gangguan ketika berbicara. Pemeriksaan laringoskopi pada pasien menggambarkan adanya gangguan gerakan pada kedua pita suara. Pasien sudah melakukan terapi suara tetapi belum memperoleh hasil yang memuaskan. Hasil: Setelah 12 kali terapi dengan teknik akupunktur manual dan wrist-ankle acupuncture (WAA), terjadi perbaikan pada keluhan pasien, yaitu perbaikan pada suara dan rasa tidak nyaman pada leher bagian depan. Terjadi penurunan skor Voice Handicap Index (VHI) dari derajat sedang menjadi derajat ringan dan juga terdapat perbaikan pada pemeriksaan laringoskopi. Simpulan: Terapi akupunktur manual dikombinasikan dengan WAA bermanfaat mengurangi keluhan paresis plika vokalis bilateral.