ABSTRACT The increasing accessibility of digital technology has created new opportunities for delivering health education to adolescent girls, including education on breast self-examination (BSE) as an important strategy for the early detection of breast cancer. However, the effectiveness of different digital media in conveying health information remains an important area of investigation, particularly among adolescents whose learning and communication patterns differ from those of previous generations. This study was conducted to examine differences in BSE knowledge acquisition following educational interventions delivered through Zoom and Instagram. A quasi-experimental design was employed involving a population of 51 adolescent girls. A total of 36 respondents were selected using simple random sampling and assigned to either the Zoom or Instagram education group. Knowledge levels were assessed using questionnaires administered before and after the intervention and were analyzed using the Mann–Whitney test. The findings revealed a significant difference in knowledge improvement between the two groups, with a p-value of 0.000 (<0.05). Although both media contributed to increased knowledge regarding BSE, a greater improvement was observed among participants who received education through Instagram. These findings suggest that media platforms offering flexible and repeatable access to information may provide stronger educational benefits. Therefore, Instagram may be considered an effective health promotion medium for improving adolescent girls’ knowledge of BSE. ABSTRAK Kemudahan akses informasi melalui teknologi digital membuka peluang baru dalam penyampaian edukasi kesehatan kepada remaja putri, termasuk terkait pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai langkah deteksi dini kanker payudara. Namun, efektivitas media digital yang digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama pada kelompok remaja yang memiliki kebiasaan belajar dan berinteraksi yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Kajian ini diarahkan untuk melihat perbedaan capaian pengetahuan SADARI setelah pemberian edukasi melalui Zoom dan Instagram. Pendekatan yang digunakan adalah quasi experimental dengan melibatkan 51 remaja putri sebagai populasi. Sebanyak 36 responden dipilih melalui teknik simple random sampling dan ditempatkan pada kelompok edukasi Zoom serta Instagram. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan Uji Mann–Whitney. Hasil analisis memperlihatkan adanya perbedaan peningkatan pengetahuan yang bermakna antara kedua kelompok dengan nilai ρ-value 0,000 (<0,05). Meskipun kedua media mampu meningkatkan pemahaman responden mengenai SADARI, peningkatan yang lebih tinggi ditemukan pada kelompok yang memperoleh edukasi melalui Instagram. Temuan ini menunjukkan bahwa media yang memungkinkan akses informasi secara lebih fleksibel dan dapat diakses kembali berpotensi memberikan dampak edukatif yang lebih kuat. Oleh karena itu, Instagram dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai SADARI.