Keberadaan ibu single parent di Dusun Bandilan, Desa Simogirang, memperlihatkan dinamika sosial yang tumbuh melalui interaksi dan penilaian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Peran ganda sebagai pengasuh sekaligus pencari nafkah memunculkan beragam pandangan sosial, mulai dari bentuk dukungan hingga munculnya stigma di lingkungan masyarakat. Situasi tersebut menjadi penting untuk dikaji karena berkaitan dengan realitas sosial yang dekat dengan kehidupan peserta didik dan dapat dimanfaatkan sebagai penguatan pembelajaran IPS, khususnya pada materi kesetaraan gender dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi sosial masyarakat terhadap ibu single parent serta memanfaatkan fenomena tersebut sebagai sumber pembelajaran IPS yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Dusun Bandilan, Desa Simogirang. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap ibu single parent terbentuk melalui proses interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus hingga menjadi pemahaman bersama dalam kehidupan masyarakat. Sebagian masyarakat memandang ibu single parent sebagai perempuan yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap keluarga, sedangkan sebagian lainnya masih memberikan penilaian negatif yang dipengaruhi oleh pola pikir tradisional dan budaya setempat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa realitas sosial mengenai ibu single parent relevan dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS karena dapat membantu peserta didik memahami kehidupan sosial secara lebih kritis, menumbuhkan empati sosial, serta memperkuat pemahaman mengenai kesetaraan gender dalam kehidupan masyarakat.