Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi fasilitas pembayaran berkala terhadap efisiensi proses customs clearance impor pada PT YKK AP Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif evaluatif dengan dukungan data kuantitatif administratif. Model evaluasi yang digunakan adalah Context, Input, Process, Product (CIPP) untuk menilai kebutuhan implementasi, kesiapan perusahaan, perubahan proses, serta hasil yang diperoleh setelah penerapan pembayaran berkala. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan staf impor dan staf accounting, observasi proses customs clearance, serta dokumentasi internal berupa data waktu penyelesaian impor, dokumen PIB, alur kerja, dan laporan biaya penyimpanan di pelabuhan. Periode data sebelum implementasi mencakup April 2024 sampai Maret 2025, sedangkan periode setelah implementasi mencakup April 2025 sampai Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran berkala menyederhanakan alur customs clearance dengan memisahkan proses pembayaran pajak impor dari penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB). Rata-rata waktu customs clearance menurun dari 2,86 hari kerja menjadi 0,63 hari kerja, atau mengalami efisiensi sebesar 77,97%. Selain itu, perusahaan memperoleh penghematan biaya penyimpanan di pelabuhan sebesar Rp27.371.008 selama periode April sampai Agustus 2025. Namun, implementasi fasilitas ini juga menimbulkan kebutuhan penguatan pengendalian internal, terutama terkait monitoring jatuh tempo pembayaran, penyusunan SOP khusus, rekonsiliasi data PIB, dan penetapan KPI customs clearance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembayaran berkala berkontribusi positif terhadap efisiensi customs clearance, tetapi keberlanjutan efektivitasnya bergantung pada koordinasi antarbagian dan disiplin pengendalian pembayaran.