p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Psikologi
Erik S. H. Hutahaean
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PSYCHOLOGICAL SAFETY DALAM PROFESI POLISI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Erik S. H. Hutahaean; Yuarini W. Pertiwi; Hemma Dayita
Jurnal Psikologi Vol. 18 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2025.v18i2.457

Abstract

Psychological safety pada profesi kepolisian merupakan faktor penting yang berkaitan dengan kesejahteraan psikologis serta efektivitas pelaksanaan tugas anggota polisi. Kajian ini menelaah berbagai faktor yang memengaruhi psychological safety melalui analisis terhadap 18 artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan adanya tiga kelompok faktor utama yang berperan, yaitu faktor organisasi, faktor sosial, dan faktor psikologis. Faktor organisasi mencakup tingginya beban kerja, kualitas supervisi, serta kebijakan internal yang dapat menambah tekanan pekerjaan. Faktor sosial meliputi dukungan rekan kerja, keberadaan stigma kesehatan mental, dan efektivitas program peer support. Sementara itu, faktor psikologis mencakup stres berkepanjangan, paparan trauma berulang, serta rendahnya kesiapan mental. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya burnout, yang prevalensinya pada polisi dilaporkan mencapai 20–30%. Temuan ini menunjukkan bahwa berbagai faktor tersebut dapat menurunkan kinerja, meningkatkan risiko kesalahan kerja, dan memengaruhi hubungan polisi dengan masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan kesiapan mental, manajemen stres berbasis bukti, serta penguatan dukungan supervisor dan rekan kerja perlu dikembangkan guna meningkatkan psychological safety dan kesejahteraan petugas.
DARI RUMAH KE TONGKRONGAN: STRUKTUR KELUARGA DAN KECENDERUNGAN PERILAKU NAKAL REMAJA Erik S. H. Hutahaean; Andreas C. W. Nugraha; Tiara A. Perdini
Jurnal Psikologi Vol. 18 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2025.v18i2.461

Abstract

Fenomena kenakalan remaja semakin kompleks seiring meningkatnya perubahan struktur keluarga, seperti perceraian orang tua dan kondisi yatim-piatu, yang berpotensi memengaruhi pola pengasuhan, pengawasan, serta kelekatan emosional antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan perilaku nakal remaja berdasarkan struktur keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Subjek penelitian berjumlah 300 remaja yang terdiri atas 270 remaja dari keluarga utuh, 25 remaja dari keluarga bercerai, dan 5 remaja yatim-piatu. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang mengukur empat indikator perilaku nakal, yaitu perilaku berkendara berisiko, preferensi berada di tongkrongan dibandingkan di rumah, kecenderungan memilih nongkrong daripada belajar, dan sikap terhadap pengawasan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dari keluarga bercerai memiliki kecenderungan lebih tinggi pada perilaku berkendara berisiko, lebih sering berada di tongkrongan, serta lebih memilih nongkrong dibandingkan belajar. Sementara itu, remaja yatim-piatu menunjukkan kecenderungan lebih tinggi dalam menolak pengawasan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur keluarga berperan penting dalam pembentukan perilaku remaja melalui mekanisme pengawasan, kelekatan emosional, dan kontrol sosial.