This Author published in this journals
All Journal Kifah
Hilma Wahidatul Lailiyyah
Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kebhinekaan melalui Seni Budaya dan Dialog Lintas Agama di Desa Kauman Juwana Pati Sahal Mahfudh; Yahya Muhaimin; Ahmad Rizki Hasanurrozi; Hilma Wahidatul Lailiyyah
Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Mafapress Institut Pesantren Mathali'ul Falah Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/kifah.v5i1.2277

Abstract

Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati merupakan desa multikultural yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai etnis (Jawa dan Tionghoa) dan agama (Islam, Buddha, Kristen, Katolik). Desa ini telah ditetapkan sebagai Kampung Pancasila terbaik se-Jawa Tengah dan Desa Wisata sejak Juli 2024. Meskipun demikian, potensi kebhinekaan tersebut perlu terus diperkuat melalui program pemberdayaan yang sistematis dan berbasis aset komunitas. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis program penguatan kebhinekaan melalui seni budaya dan dialog lintas agama yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN 22 "Daksa Abisatya" IPMAFA Pati selama 45 hari (1 Agustus–14 September 2024). Metode yang digunakan adalah ABCD (Asset-Based Community Development) dengan tahapan Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Program utama yang dilaksanakan meliputi: Lomba Fashion Show Pakaian Adat Nusantara, Gebyar Karya Seni Kebhinekaan (Melukis OTS lintas agama), Dialog Lintas Agama, dan Peresmian Rumah Kebhinekaan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis seni budaya dan dialog terbuka efektif memperkuat toleransi, kohesi sosial, dan identitas kebhinekaan masyarakat. Program ini mendapat respons positif dari seluruh elemen masyarakat dan berkontribusi pada penguatan modal sosial Desa Kauman sebagai desa wisata berbasis kebhinekaan. Kata Kunci: kebhinekaan, toleransi beragama, seni budaya, dialog lintas agama, ABCD Abstract: Kauman Village, Juwana District, Pati Regency is a multicultural village inhabited by people of various ethnicities (Javanese and Chinese) and religions (Islam, Buddhism, Christianity, Catholicism). The village has been designated as the Best Pancasila Village in Central Java and a Tourist Village since July 2024. Nevertheless, its plurality potential needs to be continuously strengthened through systematic asset-based community empowerment programs. This article aims to describe and analyze plurality-strengthening programs through cultural arts and interfaith dialogue implemented by KKN Group 22 "Daksa Abisatya" IPMAFA Pati during a 45-day period (August 1–September 14, 2024). The method used is ABCD (Asset-Based Community Development) with Discovery, Dream, Design, and Destiny stages. The main programs included: a Traditional Costume Fashion Show Competition, an Inter-religious Art Festival (On-the-Spot Painting), Interfaith Dialogue, and the Inauguration of the House of Plurality (Rumah Kebhinekaan). The results show that a cultural arts-based and open dialogue approach is effective in strengthening tolerance, social cohesion, and pluralistic identity. These programs received positive responses from all community elements and contributed to strengthening the social capital of Kauman Village as a plurality-based tourist village. Keywords: plurality, religious tolerance, cultural arts, interfaith dialogue, ABCD