Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA SOSIO-ESTETIKA WASTRA NUSANTARA: REKONSTRUKSI HISTORIS DAN TRANSFORMASI MOTIF TENUN IKAT TRADISIONAL NDAO M. Furqan; Yusuf E. Pah
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara historis alur sejarah dan dinamika perkembangan motif tenun ikat tradisional di Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao, dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2024. Fokus kajian diarahkan pada transformasi desain estetika motif akibat penetrasi modernisasi dan tuntutan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap 21 informan (termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan penenun), studi kepustakaan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur sejarah perkembangan motif tenun Ndao melewati beberapa fase penting sepanjang dua dekade terakhir. Masa pra-2000 ditandai dengan pemeliharaan pola klasik menggunakan kapas pintal dan pewarna alami yang terikat kuat pada sakralitas adat. Memasuki dekade 2000-2009, terjadi fase transisi eksperimental dengan diadopsinya benang toko dan pewarna kimia sintetis yang memangkas waktu produksi secara radikal. Pada periode 2010-2019, muncul inovasi fusion motif kontemporer yang merefleksikan kosmologi maritim. Selanjutnya, fase 2020-2024 ditandai dengan lahirnya motif katarsis pasca-pandemi serta dominasi warna pastel monokrom minimalis demi selera pasar urban. Perubahan ini digerakkan oleh pergeseran selera pasar, intervensi pemerintah, pemanfaatan media sosial, kreativitas penenun muda, dan efisiensi bahan baku. Meskipun aspek visual termodifikasi, makna filosofis luhur pada motif utama seperti Analangi, Karoko, Anakapepe, Sagaroro, dan Hua Patitu tetap dipertahankan sebagai benteng identitas budaya lokal etnis Rote Ndao.
DINAMIKA SOSIO-ESTETIKA WASTRA NUSANTARA: REKONSTRUKSI HISTORIS DAN TRANSFORMASI MOTIF TENUN IKAT TRADISIONAL NDAO M. Furqan; Yusuf E. Pah
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SOSIAL DAN HUMANIORA TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara historis alur sejarah dan dinamika perkembangan motif tenun ikat tradisional di Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao, dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2024. Fokus kajian diarahkan pada transformasi desain estetika motif akibat penetrasi modernisasi dan tuntutan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap 21 informan (termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan penenun), studi kepustakaan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur sejarah perkembangan motif tenun Ndao melewati beberapa fase penting sepanjang dua dekade terakhir. Masa pra-2000 ditandai dengan pemeliharaan pola klasik menggunakan kapas pintal dan pewarna alami yang terikat kuat pada sakralitas adat. Memasuki dekade 2000-2009, terjadi fase transisi eksperimental dengan diadopsinya benang toko dan pewarna kimia sintetis yang memangkas waktu produksi secara radikal. Pada periode 2010-2019, muncul inovasi fusion motif kontemporer yang merefleksikan kosmologi maritim. Selanjutnya, fase 2020-2024 ditandai dengan lahirnya motif katarsis pasca-pandemi serta dominasi warna pastel monokrom minimalis demi selera pasar urban. Perubahan ini digerakkan oleh pergeseran selera pasar, intervensi pemerintah, pemanfaatan media sosial, kreativitas penenun muda, dan efisiensi bahan baku. Meskipun aspek visual termodifikasi, makna filosofis luhur pada motif utama seperti Analangi, Karoko, Anakapepe, Sagaroro, dan Hua Patitu tetap dipertahankan sebagai benteng identitas budaya lokal etnis Rote Ndao.