Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Strategi Komunikasi Organisasi Melalui WhatsApp pada Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61 Athaya Shahlazeeba Putri Andrian; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.398

Abstract

ABSTRAK  Jurnal ini mengkaji penggunaan WhatsApp dalam komunikasi organisasi mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61, kendala yang dihadapi, serta strategi peningkatan kualitas komunikasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara kepada tujuh mahasiswa dari berbagai program studi yang aktif berorganisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WhatsApp menjadi media komunikasi utama karena praktis, fleksibel, mudah diakses, dan mendukung koordinasi secara cepat serta real-time. WhatsApp digunakan untuk penyampaian informasi rapat, pembagian tugas, koordinasi program kerja, dan diskusi organisasi. Namun, penggunaan WhatsApp juga menimbulkan kendala seperti overload informasi, miskomunikasi, rendahnya respons anggota, banyaknya grup komunikasi, serta kesulitan memahami pesan berbasis teks. Strategi yang dapat diterapkan meliputi penyampaian pesan yang jelas dan terstruktur, penerapan aturan komunikasi grup, peningkatan partisipasi anggota, menciptakan komunikasi yang lebih interaktif, serta pemanfaatan fitur WhatsApp secara optimal. ABSTRACT  This journal examines the use of WhatsApp in organizational communication among IPB Vocational School Batch 61 students, the challenges faced, and strategies to improve communication quality. The study used a qualitative method with a phenomenological approach through interviews with seven students from various study programs who are actively involved in organizations. The results show that WhatsApp has become the primary communication medium because it is practical, flexible, easily accessible, and supports fast and real-time coordination. WhatsApp is used for delivering meeting information, task distribution, work program coordination, and organizational discussions. However, the use of WhatsApp also creates challenges such as information overload, miscommunication, low member responses, excessive communication groups, and difficulties in understanding text-based messages. Strategies that can be implemented include delivering clear and structured messages, applying group communication rules, increasing member participation, creating more interactive communication, and optimizing WhatsApp features.
Pengaruh Tim Media Sosial terhadap Engagement pada Perusahaan Industri Esports RRQ Wina Tobing; Leonard Dharmawan; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.414

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini mengkaji peran tim media sosial Rex Regum Qeon (RRQ) dalam membangun engagement audiens di industri esports Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap Social Media Specialist divisi Valorant RRQ, penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi digital, karakteristik audiens, serta efektivitas platform yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim media sosial RRQ menerapkan strategi berbasis tren, pendekatan emosional, dan publikasi konten secara konsisten dengan frekuensi minimal satu konten per hari. Konsep visibility diterapkan untuk menarik perhatian audiens dalam dua hingga tiga detik pertama melalui thumbnail yang kuat dan pemilihan kata kunci emosional. Keterlibatan audiens mencakup tiga tahapan yaitu konsumsi, kontribusi, dan kreasi konten. Instagram menjadi platform utama karena fitur interaksinya yang paling mendukung komunikasi dua arah, dengan target engagement rate sebesar tiga persen per konten. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan engagement ditentukan oleh strategi yang terintegrasi, pemahaman mendalam terhadap audiens, serta pengelolaan komunitas yang berkelanjutan. ABSTRACT  This study examines the role of the Rex Regum Qeon (RRQ) social media team in building audience engagement in the Indonesian esports industry. Using a descriptive qualitative approach with semi-structured interviews with RRQ's Valorant division Social Media Specialists, this study aims to analyze digital communication strategies, audience characteristics, and the effectiveness of the platforms used. The results show that the RRQ social media team implements a trend-based strategy, an emotional approach, and consistent content publication with a minimum frequency of one content per day. The concept of visibility is applied to capture audience attention in the first two to three seconds through strong thumbnails and the selection of emotional keywords. Audience engagement encompasses three stages: consumption, contribution, and content creation. Instagram is the primary platform due to its interactive features that best support two-way communication, with a target engagement rate of three percent per content. This study confirms that successful engagement is determined by an integrated strategy, a deep understanding of the audience, and sustainable community management.
Analisis Pemanfaatan Konten TikTok Tribun Bogor dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Berita Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61 Audrey Bunga Zahira; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.422

Abstract

ABSTRAK                Perkembangan media sosial di era digital telah mendorong perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya di kalangan Generasi Z. TikTok tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber informasi berita oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan konten TikTok Tribun Bogor dalam memenuhi kebutuhan informasi berita pada mahasiswa Sekolah Vokasi IPB angkatan 61. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian merupakan mahasiswa aktif yang pernah mengakses konten TikTok Tribun Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memiliki peran cukup signifikan dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa karena dianggap praktis, cepat, dan mudah diakses. Penyajian konten yang singkat dengan dukungan elemen visual dan audio membuat informasi lebih mudah dipahami. Namun, keterbatasan durasi konten menyebabkan informasi yang disampaikan belum sepenuhnya mendalam sehingga mahasiswa masih memerlukan media lain sebagai sumber informasi tambahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa TikTok berfungsi sebagai media informasi awal yang efektif dalam menjangkau audiens muda di era komunikasi digital. ABSTRACT              The development of social media in the digital era has changed the pattern of information consumption, especially among Generation Z. TikTok is no longer used solely as an entertainment platform but has also become a source of news information for students. This study aims to analyze the utilization of Tribun Bogor TikTok content in fulfilling the news information needs of students at the IPB Vocational School batch 61. The study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of in-depth interviews, observation, and documentation. The informants were active students who had accessed Tribun Bogor TikTok content. The findings show that TikTok plays a significant role in fulfilling students’ information needs because it is considered practical, fast, and easily accessible. The presentation of short news content supported by visual and audio elements makes information easier to understand. However, the limited duration of TikTok content causes the information delivered to be less comprehensive, encouraging students to seek additional information from other media sources. This study indicates that TikTok functions effectively as an initial information medium in reaching young audiences in the digital communication era.
Analisis Fitur DM Notes sebagai Media Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa Komunikasi Digital Media Sekolah Vokasi IPB Alya Nurul Izzati Izzati; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.424

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini membahas penggunaan fitur DM Notes Instagram sebagai media komunikasi interpersonal pada mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB. Perkembangan media sosial yang semakin pesat mendorong munculnya berbagai fitur komunikasi digital, salah satunya DM Notes Instagram yang memungkinkan pengguna membagikan pesan singkat secara semi privat kepada mutual followers maupun close friends. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan DM Notes, mengetahui alasan mahasiswa memilih fitur tersebut, serta mengidentifikasi unsur komunikasi interpersonal yang muncul dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada tujuh informan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DM Notes digunakan sebagai media untuk mengekspresikan perasaan, suasana hati, lirik lagu, pesan tersirat, hingga aktivitas sehari-hari. Fitur ini dianggap lebih santai, sederhana, dan personal dibandingkan Instagram Story maupun chat langsung. Selain itu, DM Notes juga mampu menciptakan komunikasi dua arah melalui respons dan percakapan lanjutan di Direct Message. Penelitian ini menemukan adanya unsur komunikasi interpersonal berupa keterbukaan, empati, umpan balik, dan kedekatan hubungan sosial antar pengguna. Namun demikian, terdapat keterbatasan berupa jumlah karakter yang terbatas dan potensi kesalahpahaman akibat pesan yang multitafsir. Secara keseluruhan, DM Notes tidak hanya menjadi fitur tambahan di Instagram, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi interpersonal digital di kalangan mahasiswa. ABSTRACT  This study discusses the use of Instagram DM Notes as a medium of interpersonal communication among students of Digital Communication and Media, Vocational School IPB. The rapid development of social media has encouraged the emergence of various digital communication features, one of which is Instagram DM Notes, a short-text feature that allows users to share messages semi-privately with mutual followers or close friends This research aims to describe the use of DM Notes, identify the reasons students choose the feature, and analyze the interpersonal communication elements that emerge through its use. The study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews with seven student informants. The results show that DM Notes are commonly used to express feelings, moods, song lyrics, indirect messages, and daily activities. The feature is considered more personal, simple, and relaxed compared to Instagram Stories or direct chats. In addition, DM Notes can encourage two-way interaction and trigger further conversations through Direct Messages. The findings also reveal interpersonal communication elements such as openness, empathy, feedback, and social closeness among users. However, limitations such as restricted character count and the potential for misunderstandings were also identified. Overall, DM Notes function not only as an additional Instagram feature but also as a digital interpersonal communication medium among students.
Persepsi Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61 terhadap Pemanfaatan Media Sosial Digital sebagai Sarana Komunikasi Ekspresif Yusnia Charolin Zebua; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.425

Abstract

ABSTRAK              Kehadiran media sosial telah membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyampaikan perasaan, pemikiran, dan pengalaman pribadi melalui berbagai bentuk komunikasi yang bersifat ekspresif. Mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial memanfaatkan berbagai platform untuk menyampaikan perasaan, pengalaman, dan pemikiran pribadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Angkatan 61 terhadap komunikasi ekspresif di media sosial sebagai sarana ekspresi diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian berjumlah enam mahasiswa dari berbagai program studi di Sekolah Vokasi IPB University. Berdasarkan temuan penelitian, mahasiswa menilai media sosial sebagai media yang lebih nyaman digunakan untuk mengungkapkan diri dibandingkan berkomunikasi secara tatap muka. Bentuk komunikasi ekspresif yang paling sering digunakan meliputi Instagram Story, video TikTok, repost konten, caption, dan tulisan di platform X/Twitter. Respons audiens seperti like, komentar, dan views turut memengaruhi kondisi emosional serta cara mahasiswa membangun konten di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan identitas sosial dan ekspresi diri mahasiswa di era digital. ABSTRACT               The development of social media in the digital era has created new spaces for students to express themselves through expressive communication. As active social media users, students utilize various platforms to convey feelings, experiences, and personal thoughts. This study aims to determine the perceptions of Vocational School IPB University students batch 61 toward expressive communication on social media as a means of self-expression. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques including in-depth interviews, documentation, and literature study. The informants consisted of six students from different study programs at IPB Vocational School. The results showed that social media is perceived as a space that facilitates self-expression compared to direct communication. The most frequently used forms of expressive communication include Instagram Stories, TikTok videos, reposted content, captions, and writings on X/Twitter. Audience responses such as likes, comments, and views also influence students’ emotional conditions and the way they create content on social media. This study concludes that social media functions not only as a communication medium, but also as a space for self-expression and social identity formation among students in the digital era.
ANALISIS KONTEN PROMOSI INSTAGRAM @BRIEFF_ID DALAM MEMBENTUK MINAT PARTISIPASI PENGIKUT AKUN PADA BOGOR INDEPENDENT FILM FESTIVAL Syifa Naila Salma Lubis; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jqyvks86

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi pengikut akun @brieff_id terhadap konten promosi Instagram dan menganalisis bagaimana konten promosi tersebut membentuk minat partisipasi pengikut akun dalam Bogor Independent Film Festival (BRIEFF). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan tiga narasumber yang dipilih secara purposive, yaitu penyelenggara BRIEFF dan dua pengikut akun dengan tingkat minat berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi konten Instagram. Temuan menunjukkan bahwa konten promosi BRIEFF yang terdiri dari poster digital, video reels, dan dokumentasi kegiatan cukup efektif membangun awareness dan ketertarikan awal, namun masih membutuhkan peningkatan variasi, interaktivitas, dan storytelling kreatif untuk mendorong partisipasi lebih signifikan. Minat partisipasi terbentuk secara bertahap melalui ketertarikan awal, keinginan mencari informasi lebih lanjut, dan kecenderungan untuk terlibat langsung. Hasil penelitian sejalan dengan Elaboration Likelihood Model (ELM), di mana pengikut aktif memproses pesan melalui rute sentral membentuk minat yang lebih kuat, sementara pengikut pasif membutuhkan stimulasi periferal yang lebih engaging.  
Pengaruh Visual Iklan Freshcare di KRL terhadap Tingkat Perhatian dan Recall Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Raka Zulfikarana; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/44hrk688

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh visual iklan Freshcare yang ditampilkan pada Kereta Rel Listrik (KRL) terhadap tingkat attention dan recall mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 100 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian terdiri atas visual iklan sebagai variabel independen, attention sebagai variabel dependen pertama, dan recall sebagai variabel dependen kedua. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual iklan Freshcare berpengaruh positif dan signifikan terhadap attention (r = 0,745; R² = 0,556; p < 0,05) serta recall (r = 0,790; R² = 0,623; p < 0,05). Selain itu, attention memiliki hubungan yang sangat kuat dengan recall (r = 0,827; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa visual iklan yang ditampilkan secara konsisten di lingkungan KRL mampu meningkatkan perhatian sekaligus memperkuat daya ingat audiens terhadap pesan yang disampaikan.
Strategi Komunikasi Pemasaran Skintific melalui TikTok Live dalam Membangun Kepercayaan Konsumen Adisty Hasna Mufidah; Amiruddin Saleh; Harvia Atika Zahira
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/ec9xex46

Abstract

Perkembangan fitur live streaming pada platform TikTok telah mengubah praktik komunikasi pemasaran digital dengan menghadirkan interaksi secara langsung antara brand dan konsumen. Salah satu brand yang aktif memanfaatkan fitur tersebut adalah Skintific melalui TikTok Live sebagai media untuk membangun kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran Skintific melalui TikTok Live dalam membangun kepercayaan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam terhadap satu key informant, yaitu host TikTok Live Skintific, serta beberapa audiens yang pernah menonton dan membeli produk Skintific. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Skintific dilakukan melalui komunikasi interaktif, personalisasi rekomendasi produk, penggunaan digital storytelling, penyampaian testimoni, serta pemberian respons terhadap pertanyaan audiens selama siaran langsung berlangsung. Strategi tersebut mampu membangun kepercayaan konsumen karena menciptakan komunikasi yang lebih personal, meningkatkan pemahaman terhadap produk, serta memperkuat hubungan antara brand dan konsumen. Dengan demikian, TikTok Live tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai media komunikasi pemasaran yang efektif dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap brand Skintific.   Kata Kunci: komunikasi pemasaran, TikTok Live, digital storytelling, kepercayaan konsumen.