Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tipologi Komunikasi Orang Tua-Anak Pasca Perceraian pada Remaja Perempuan Fanesa Melifika; Budhi Waskito; Hanindyalaila Pienrasmi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.405

Abstract

ABSTRAK              Perceraian orang tua tidak hanya mengubah struktur keluarga, tetapi juga membentuk ulang sistem komunikasi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman remaja perempuan dalam mengelola komunikasi dengan orang tua setelah perceraian serta merumuskan tipologi komunikasi keluarga pasca perceraian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga remaja perempuan dari keluarga bercerai di sebuah sekolah menengah kejuruan di Pringsewu, Lampung, serta didukung wawancara dengan orang tua/wali dan guru bimbingan konseling. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama, yaitu komunikasi terjaga, komunikasi terbatas, dan komunikasi terputus. Komunikasi terjaga memperlihatkan keberlanjutan akses kepada kedua orang tua, tetapi berisiko menempatkan anak sebagai perantara pesan. Komunikasi terbatas menunjukkan hubungan yang masih ada tetapi cenderung fungsional dan selektif. Komunikasi terputus ditandai minimnya kontak dengan salah satu orang tua, disertai penarikan diri emosional. Temuan ini menegaskan bahwa remaja bukan korban pasif, melainkan pengelola batas privasi dalam perubahan sistem keluarga. ABSTRACT               Parental divorce does not only change family structure, but also reorganizes the communication system between parents and children. This study aims to analyze how adolescent girls manage communication with parents after divorce and to formulate a typology of post-divorce family communication. The study employs a qualitative phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews with three adolescent girls from divorced families at a vocational high school in Pringsewu, Lampung, Indonesia, supported by interviews with parents/guardians and a school counselor. The findings indicate three main patterns: maintained communication, limited communication, and disrupted communication. Maintained communication shows continued access to both parents, but may place the child as a message mediator. Limited communication refers to contact that remains available but becomes functional, selective, and emotionally uneven. Disrupted communication is characterized by minimal contact with one parent, emotional withdrawal, and unmet support. The study argues that adolescents are not merely passive victims of divorce, but active managers of privacy boundaries within changing family systems.