Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Experiential Marketing terhadap Minat Kunjung Ulang di Pengobatan Alternatif Sugiono Palembang Defita Khoirunnisa; Fera Indasari; Badarudin Azarkasyi
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.426

Abstract

ABSTRAK  Sektor kesehatan alternatif di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat, ditandai dengan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap praktik pengobatan nonmedis yang dianggap lebih personal, holistik, dan terjangkau. Di tengah dominasi era pemasaran digital, Pengobatan Alternatif Sugiono Palembang menjadi fenomena unik: tanpa memiliki platform pemasaran digital apapun, praktik ini mampu menarik sekitar 15.280 pasien per tahun dengan 39% di antaranya berasal dari luar kota dan provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Experiential Marketing terhadap minat kunjung ulang pasien Pengobatan Alternatif Sugiono. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain asosiatif, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari populasi 15.280 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert (1–5) dengan 20 item untuk variabel Experiential Marketing dan 12 item untuk variabel Minat Kunjung Ulang. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Grand theory yang digunakan adalah Stimulus-Organism-Response (S-O-R) dari Mehrabian dan Russell (1974). Hasil penelitian membuktikan bahwa Experiential Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Kunjung Ulang dengan persamaan regresi Y = 2,330 + 0,600X, nilai t hitung = 18,096 > t tabel = 1,660, signifikansi = 0,000 < 0,05, dan R² = 0,770. Experiential Marketing menjelaskan 77,0% variasi Minat Kunjung Ulang. Dimensi Feel menjadi stimulus terkuat (TCR 80,45%), sedangkan Referensial merupakan respons tertinggi (TCR 76,67%). Temuan ini membuktikan bahwa kualitas pengalaman langsung pasien merupakan determinan utama loyalitas pasien pengobatan alternatif. ABSTRACT             Indonesia's alternative healthcare sector is experiencing rapid growth, marked by high public trust in non-medical prActices considered more personal, holistic, and affordable. Amid the dominance of the digital marketing era, Sugiono Alternative Medicine Palembang represents a unique phenomenon without any digital marketing platform, this prActice attrActs approximately 15,280 patients per year, with 39% coming from outside the city and province. This study aims to examine the effect of Experiential Marketing on patients' revisit intention at Pengobatan Alternatif Sugiono Palembang. The study employs a descriptive quantitative approach with an associative design, involving 100 respondents selected through purposive sampling from a population of 15,280 patients. Data were collected using a Likert scale questionnaire (1–5) with 20 items for the Experiential Marketing variableand 12 items for the Revisit Intention variable. Analysis included validity, reliability, normality, linearity tests, simple linear regression, t-test, and coefficient of determination using SPSS. The Grand theory used is the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) by Mehrabian and Russell (1974). Results confirm that Experiential Marketing has a positive and significant effect on Revisit Intention (Y = 2.330 + 0.600X; t = 18.096 > 1.660; Sig. = 0.000; R² = 0.770). Experiential Marketing explains 77.0% of Revisit Intention variance. The Feel dimension is the strongest stimulus (TCR 80.45%), while Referential is the highest response (TCR 76.67%). These findings prove that the quality of patients' direct experience is the primary determinant of loyalty in alternative medicine.