Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika lingkungan dalam pembangunan perumahan subsidi di Kota Palu melalui perspektif filsafat ekologi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya pembangunan perumahan bersubsidi yang berkontribusi pada perubahan tata ruang dan penurunan kualitas lingkungan, seperti berkurangnya lahan hijau dan terganggunya sistem drainase alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis filsafat ekologis yang menekankan relasi moral antara manusia dan alam. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan Dinas Perumahan dan pengembang, serta masyarakat penghuni perumahan subsidi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan perumahan subsidi masih berorientasi pada aspek sosial-ekonomi, sementara dimensi ekologis belum menjadi prioritas. Pemerintah dan pengembang belum sepenuhnya menerapkan prinsip green housing maupun kebijakan berbasis etika lingkungan. Selain itu, kesadaran ekologis masyarakat penghuni juga masih rendah. Melalui telaah filsafat ekologi, khususnya gagasan deep ecology dari Arne Naess dan land ethic dari Aldo Leopold, penelitian ini menemukan bahwa krisis lingkungan yang terjadi merupakan bentuk krisis moral dan kesadaran ekologis. Oleh karena itu, pembangunan perumahan perlu diarahkan pada paradigma ekosentris yang menempatkan manusia dan alam sebagai satu kesatuan etis. Kesimpulannya, penerapan etika lingkungan dan filsafat ekologi dapat menjadi dasar normatif bagi pembangunan perumahan berkeadilan ekologis, yang menyeimbangkan kebutuhan sosial dengan kelestarian ekosistem di Kota Palu.