This Author published in this journals
All Journal Jurnal DIDASKO
Jos Sudarman Lauwanto
STT Ekumene Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Formasi Iman dan Pendampingan Pastoral: Strategi Gereja dalam Mengaktualisasikan Missio Dei di Era Post-Truth Jos Sudarman Lauwanto; Pan Djun Tjhong
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2026): Didasko: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v6i1.251

Abstract

The post-truth era presents new challenges for the church in fulfilling its calling as a community that bears witness to the Gospel within society. Moreover, the rapid development of digital technology has transformed the way people communicate and receive information, with the result that objective truth is often supplanted by narratives that are more emotionally compelling. Moreover, the spread of hoaxes, disinformation and social polarisation demonstrates that the post-truth era affects not only the public sphere but also church life and practice. This study aims to analyse the role of faith formation and pastoral care as strategies for the church in actualising the Missio Dei in the post-truth era. This study employs a qualitative method using a literature review approach. The research findings indicate that the post-truth era presents serious challenges for the church in actualising the Missio Dei, as it is characterised by a crisis of truth, disinformation, and the dominance of subjectivity, all of which affect the faith lives of the faithful. It is therefore hoped that faith formation will serve as a theological foundation for building a community of truth through spiritual transformation, the strengthening of theological literacy, and the development of a resilient Christian character. Consequently, the integration of faith formation and pastoral care constitutes an effective church strategy for realising a relevant Missio Dei amidst a post-truth culture. Abstrak Era post-truth menghadirkan tantangan baru bagi gereja dalam menjalankan panggilannya sebagai komunitas yang menghadirkan kesaksian Injil di tengah masyarakat berada di era post Truth. Terlebih perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah manusia dalam berkomunikasi maupun menerima informasi sehingga kebenaran objektif sering kali tergeser oleh narasi yang lebih menarik secara emosional. Apalagi adanya fenomena penyebaran hoaks, disinformasi, polarisasi sosial menunjukkan bahwa era post-truth tidak hanya memengaruhi ruang publik, tetapi juga kehidupan dan praktik bergereja. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran formasi iman dan pendampingan pastoral sebagai strategi gereja dalam mengaktualisasikan Missio Dei di era post-truth. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era post-truth menghadirkan tantangan serius bagi gereja dalam mengaktualisasikan Missio Dei karena ditandai oleh krisis kebenaran, disinformasi, dan dominasi subjektivitas yang memengaruhi kehidupan iman umat. Sehingga diharapkan formasi iman menjadi fondasi teologis yang membangun komunitas kebenaran melalui transformasi spiritual, penguatan literasi teologis, dan pembentukan karakter Kristiani yang tangguh. Oleh karena itu, integrasi formasi iman dan pendampingan pastoral merupakan strategi gereja yang efektif dalam mengaktualisasikan Missio Dei yang relevan di tengah budaya post-truth.