Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Kerentanan Bangunan Sekolah di Kawasan Gambut Pesisir Berbasis Metode Rapid Visual Screening (RVS) Studi Kasus Kota Dumai Fauzan Deni Afra
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif tingkat kerentanan bangunan sekolah di kawasan gambut pesisir Kota Dumai terhadap paparan banjir rob dan genangan, dengan menekankan interaksi antara faktor lingkungan dan karakteristik struktural bangunan. Kota Dumai memiliki kondisi geoteknik yang didominasi tanah gambut dengan daya dukung rendah (<0,5 kg/cm²) serta pH asam (3-5), yang secara signifikan mempercepat degradasi material dan penurunan kinerja struktur. Pendekatan yang digunakan adalah Rapid Visual Screening (RVS) yang dimodifikasi dari FEMA P-154 melalui integrasi parameter lingkungan spesifik, seperti tinggi dan durasi genangan, kondisi tanah gambut, serta sistem drainase. Penilaian kerusakan mengacu pada klasifikasi Permen PUPR No.22 Tahun 2018. Studi ini dilakukan pada 10 bangunan sekolah dasar dan menengah yang merepresentasikan variasi kondisi gambut (dangkal hingga dalam), dengan dukungan data empiris BPBD Kota Dumai (2023-2024) terkait frekuensi dan karakteristik genangan rob. Hasil analisis menunjukkan bahwa 60% bangunan berada pada kategori kerentanan sedang, 30% rendah, dan 10% mendekati tinggi, dengan nilai rata-rata skor RVS sebesar 3,07. Temuan utama mengindikasikan bahwa kerentanan bangunan tidak hanya dipengaruhi oleh umur dan kualitas material, tetapi lebih dominan oleh faktor eksternal berupa frekuensi genangan rob, sifat kimia air gambut, serta fenomena penurunan diferensial pondasi akibat tanah jenuh air. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan pendekatan RVS berbasis lingkungan pesisir gambut yang mampu memberikan evaluasi cepat namun representatif terhadap kondisi kerentanan bangunan pendidikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan prioritas rehabilitasi, penguatan struktur, serta perumusan kebijakan mitigasi bencana berbasis risiko pada kawasan pesisir dengan karakteristik serupa.
Evaluasi Struktur Kolom dan Balok Rumah Sakit Berumur 10 Tahun dan Strategi Pemeliharaan pada Bangunan Eksisting berbasis Klasifikasi Mutu F Ferdika; Fauzan Deni Afra; Gandung Rahmadi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui kondisi struktur beton bertulang sangat penting dalam menjamin keamanan dan keberlanjutan fungsi bangunan eksisting. Penelitian ini bertujuan menilai mutu beton pada bangunan rumah sakit berusia lebih dari 10 tahun menggunakan metode Rebound Hammer (RH) sebagai teknik pengujian non-destruktif. Pengujian dilakukan pada elemen kolom dan balok di empat lantai untuk mengetahui estimasi kuat tekan beton dan menentukan strategi pemeliharaan berdasarkan klasifikasi mutu. Evaluasi kondisi beton dilakukan dengan metode Rebound Hammer (RH). Pada Lantai 1, titik uji L1C1 menunjukkan mutu beton yang baik, dengan nilai RH sebesar 42,0 serta estimasi kuat tekan didapat 35,4 MPa. Pada Lantai 2, hasil pengujian pada area balok adanya variasi mutu beton yang diperoleh. Titik L2C2 tercatat dengan nilai RH sebesar 40,6 dan estimasi kuat tekan 33,9 MPa. Hasil evaluasi di Lantai 3 mengindikasikan bahwa mutu beton, dalam batas aman, menunjukkan tren penurunan. Titik uji L3C3 dan di lantai 4 L4C4 memiliki nilai RH masing-masing sebesar 41.8 dan 40.8 dengan estimasi kuat tekan (MPa) titik L3C3 35.3 Mpa, L4C4 34.2 Mpa. Hasil pengujian menunjukkan nilai kuat tekan beton berkisar antara 33,8 MPa hingga 35,4 MPa, dengan klasifikasi mutu dominan berada pada kategori Baik (Good). Beberapa retakan minor terdeteksi secara visual, terutama pada sambungan balok-kolom. Berdasarkan hasil tersebut, disusun rekomendasi pemeliharaan berupa inspeksi berkala, perbaikan ringan, dan pelapisan ulang permukaan. Pendekatan berbasis klasifikasi mutu ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi dalam perencanaan program pemeliharaan berbasis kondisi dan berkontribusi terhadap keberlanjutan serta keselamatan struktur bangunan.