Rika Afrida Yanti
Prodi Hukum, Universitas Samudra

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN RESILIENSI KOMUNITAS MELALUI PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL BERBASIS MHPSS BAGI ANAK PASCABANJIR BANDANG DI ACEH TAMIANG Rika Afrida Yanti; Vivi Hayati; Natasya Masthura; Fatih Rahman; Irvan Yusuf Waruwu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39292

Abstract

Abstrak: Bencana banjir bandang di Desa Kaseh Sayang, Kecamatan Manyak Payed, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikososial masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok rentan. Kondisi ini diperparah oleh rusaknya fasilitas Posyandu yang sebelumnya berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan sekaligus ruang bermain dan belajar. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat resiliensi komunitas terdampak baik secara hard skill maupun soft skill melalui pendampingan psikososial berbasis pendekatan Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS). Mitra kegiatan adalah masyarakat, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan sasaran utama sebanyak 35 anak (usia 2–7 tahun) serta 20 orang kader PKK dan Posyandu. Metode yang digunakan adalah metode campuran antara metode ceramah, edukasi dan pelatihan meliputi kegiatan kelompok, trauma healing, penyediaan ruang aman sementara, serta pelibatan aktor lokal seperti kader Posyandu, perangkat gampong, dan tokoh masyarakat dalam pendekatan partisipatif berbasis komunitas. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan ekspresi emosi yang lebih adaptif pada anak, penguatan rasa aman, serta membaiknya interaksi sosial antar anak secara bertahap. Secara kuantitatif, terjadi penurunan indikator kecemasan anak sebesar 35% dan peningkatan interaksi sosial sebesar 42%, yang mencerminkan penguatan soft skill berupa keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi sosial. Pada mitra kader PKK/Posyandu, peningkatan pemahaman dan keterampilan dasar dukungan psikososial (hard skill teknis PFA dan komunikasi empatik) mencapai 29% berdasarkan hasil pre-test dan post-test Selain itu, partisipasi aktif masyarakat turut memperkuat kohesi sosial sebagai fondasi resiliensi komunitas pascabencana.Abstract: The flash flood disaster in Kaseh Sayang Village, Manyak Payed Subdistrict, not only caused physical damage and economic losses but also had a significant impact on the psychosocial conditions of the community, particularly children as a vulnerable group. This condition was exacerbated by the damage to the Posyandu (Integrated Health Service Post), which previously functioned as both a health service center and a space for children to play and learn. This Community Service Program aims to strengthen the resilience of the affected community in both hard skills and soft skills through psychosocial assistance based on the Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS) approach. The program partners with the local community in Aceh Tamiang Regency, targeting 35 children (aged 2–7 years) and 20 PKK and Posyandu cadres. The methods used combine lectures, education, and training, including group activities, trauma healing sessions, the provision of temporary safe spaces, and the involvement of local actors such as Posyandu cadres, village officials, and community leaders through a participatory, community-based approach. The results of the program indicate an improvement in children’s adaptive emotional expression, an increased sense of safety, and gradual enhancement of social interactions among children. Quantitatively, there was a 35% decrease in children’s anxiety indicators and a 42% increase in social interaction, reflecting improvements in soft skills such as courage, self-confidence, and social adaptability. Among PKK and Posyandu cadres, there was a 29% increase in understanding and basic skills in psychosocial support (technical hard skills in Psychological First Aid and empathetic communication), based on pre-test and post-test results Furthermore, active community participation contributed to strengthening social cohesion as a foundation for community resilience in the post-disaster context.