Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Keuangan untuk Mendukung Keberlanjutan UMKM Jamur Tiram Desa Jatimukti Kabupaten Sumedang Tri Widiastuty; Dani Ramdani; Bimbim Maghriby; Rr. Yoppy Palupi Purbaningsih
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4907

Abstract

Desa Jatimukti Kabupaten Sumedang memiliki potensi desa salah satunya adalah UMKM jamur tiram. Meskipun jamur tiram bukan satu-satunya UMKM yang dimiliki desa ini, tetapi UMKM ini dapat memberikan tambahan bagi hasil bagi BUMDES desa setempat. Belum diterapkannya pencatatan keuangan berbasis UMKM dan juga masih belum dipahaminya dasar-dasar keuangan sederhana menjadi permasalahan bidang akuntansi dari mitra UMKM jamur tiram ini. Bentuk dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan sebagai penguatan akan literasi keuangan dan juga perbaikan serta bekal bagi keberlanjutan UMKM. Total peserta berjumlah 34 orang yang tidak hanya merupakan UMKM jamur tiram saja tetapi juga ibu-ibu PKK Desa Jatimukti yang memiliki usaha kecil. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2026 di Balai Desa Jatimukti Kabupaten Sumedang. Pelatihan dikemas tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi tetapi juga memberikan simulasi permainan keuangan sederhana. Setelah dilakukan evaluasi berdasarkan pengisian lembar pre-test dan post-test, diperoleh adanya peningkatan pemahaman peserta pelatihan atas materi yang disampaikan. Meskipun terdapat peningkatan namun belum optimal hasilnya. Untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat berikutnya perlu adanya pendampingan mitra UMKM secara berkala lebih lanjut yang juga bekerja sama dengan bidang lain agar manfaatnya lebih dapat dirasakan oleh mitra secara menyeluruh misalnya bidang marketing untuk peningkatan penjualan dan sistem informasi untuk pengenalan teknologi digital.
Pengaruh Siklus Konversi Kas dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Subsektor Perkebunan dan Pertanian Hayatinnufus Hayatinnufus; Tri Widiastuty
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i2.1959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh siklus konversi kas dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan subsektor perkebunan dan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2025. Fluktuasi nilai perusahaan pada subsektor perkebunan dan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menimbulkan pertanyaan mengenai faktor internal yang memengaruhinya, khususnya efisiensi pengelolaan modal kerja dan profitabilitas. Penelitian terdahulu masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai pengaruh siklus konversi kas dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan, sehingga penelitian ini memberikan kebaruan dengan menggunakan periode observasi terbaru yaitu 2022-2025 yang mencakup dampak pemulihan ekonomi pascapandemi pada sektor perkebunan dan pertanian. Nilai perusahaan diukur menggunakan Price to Book Value, pengelolaan modal kerja diukur dengan siklus konversi kas, dan profitabilitas diukur melalui Return on Assets. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan, melalui teknik purposive sampling menghasilkan 24 perusahaan dengan 96 observasi, dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan model terpilih yaitu fixed effect model. Hasil penelitian menunjukkan siklus konversi kas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dengan koefisien sebesar 0,009115 dan probabilitas sebesar 0,0176, sedangkan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan dengan koefisien sebesar 1,386878 dan probabilitas sebesar 0,3278. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor pada sektor ini lebih mempertimbangkan efektivitas pengelolaan siklus konversi kas dibandingkan tingkat profitabilitas dalam menilai perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi manajemen dalam merancang strategi pengelolaan modal kerja untuk meningkatkan nilai perusahaan pada sektor perkebunan dan pertanian.   This study aims to analyze the effect of the cash conversion cycle and profitability on firm value in plantation and agriculture subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022-2025 period. Fluctuations in firm value among plantation and agriculture subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange raise questions about the internal factors influencing them, particularly working capital management efficiency and profitability. Prior studies have shown inconsistent findings regarding the effect of the cash conversion cycle and profitability on firm value, and this study offers novelty by using the most recent observation period, namely 2022-2025, which captures the impact of the post-pandemic economic recovery on the plantation and agriculture sector. Firm value is measured using Price to Book Value, working capital management is measured by the cash conversion cycle, and profitability is measured by Return on Assets. This study uses a quantitative method with secondary data from companies' annual reports; through purposive sampling, 24 companies with 96 observations were obtained, analyzed using panel data regression with the selected model being the fixed effect model. The results show that the cash conversion cycle has a significant positive effect on firm value, with a coefficient of 0,009115 and a probability of 0,0176, while profitability has no significant effect, with a coefficient of 1,386878 and a probability of 0,3278. These findings indicate that investors in this sector place greater weight on the effectiveness of cash conversion cycle management than on profitability levels when valuing firms. This study provides an empirical contribution for management in designing working capital management strategies to enhance firm value in the plantation and agriculture sector.