Ramadhan, Adlan Adi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Giberelin (GA3) dan Frekuensi Pinching Terhadap Pertumbuhan Tanaman Lisianthus (Eustoma grandiflorum Raf. Shinn) Ramadhan, Adlan Adi; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.01

Abstract

Lisianthus populer digunakan sebagai tanaman hias jenis bunga potong dan juga sebagai bunga pot. Sebagai tanaman bunga pot, tanaman lisianthus harus memiliki daun yang lebat, rimbun, jumlah bunga yang banyak, dan batang yang pendek antara 25-40 cm. Sehingga pertumbuhan tanaman Lisianthus perlu dikontrol dalam budidaya nya. Penelitian ini dilakukan di dataran medium dengan ketinggian sekitar 600 mdpl. Oleh karena itu dalam percobaan ini diaplikasikan ZPT berupa Giberelin (GA3) untuk mendukung pertumbuhan tinggi tanaman, Selain itu, teknik pinching. Pinching dilakukan dengan membuang titik tumbuh apikal muda. Tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara pengaplikasian Giberelin dan frekuensi pinching, serta konsentrasi hormon Giberelin dan frekuensi pinching yang tepat untuk pertumbuhan tanaman Lisianthus. Penelitian ini dilakukan di Venus Orchid Malang, Dau, yang berlangsung pada bulan Februari 2024 hingga selesai. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Hasil dari kedua faktor tidak menunjukkan interaksi yang nyata pada setiap perlakuannya. Pengaplikasian konsentrasi giberelin berpengatuh nyata terhadap pertumbuhan tanaman Lisianthus. Perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan konsentrasi Giberelin 300 ppm. Perlakuan frekuensi Pinching pun berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman Lisianthus. Perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan frekuensi single pinching.