Irawan, Afina Nurzahra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Kompos Bekas Maggot dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Irawan, Afina Nurzahra; Maghfoer, Moch. Dawam
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.02

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah jenis tanaman sayuran yang unggul di Indonesia. Bawang merah berperan dalam produksi terbanyak dari total produksi tanaman sayuran di Indonesia. Budidaya tanaman bawang merah menghadapi permasalahan yang menghambat produktivitasnya, salah satunya adalah penggunaan pupuk kimia dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan menggunakan obat-obatan dengan dosis yang tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh kombinasi dosis kompos kasgot dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang maksimal. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Februari-Mei 2024 di Desa Temas, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang meliputi dua faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama meliputi K0 : tanpa kompos kasgot, K1 : kompos kasgot 10 ton ha-1, dan K2 : kompos kasgot 20 ton ha-1. Faktor kedua meliputi P0 : tanpa PGPR, P1 : PGPR 10 ml L-1, P2 : PGPR 20 ml L-1, dan P3 : PGPR 30  ml L-1. Hasil penelitian mengindikasikan tidak terdapat interaksi pada perlakuan kompos kasgot dengan PGPR pada seluruh parameter pengamatan. Perlakuan kompos kasgot 20 ton ha-1 dapat memberikan peningkatan pertumbuhan tanaman bawang merah secara nyata terhadap panjang tanaman pada umur 14, 28, 42, dan 56 HST, jumlah daun pada umur 14, 28, 42, dan 56 HST, luas daun pada umur 14, 28, 42, dan 56 HST, jumlah umbi per rumpun, dan bobot kering matahari umbi. Pemberian PGPR tidak memberi pengaruh nyata pada setiap parameter pengamatan.