Stroberi (Fragaria × ananassa) termasuk dalam komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya di Indonesia masih belum optimal akibat keterbatasan penyerapan hara dan sistem perakaran yang relatif dangkal. Peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman ini dapat diupayakan melalui aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) serta penggunaan POC (Pupuk Organik Cair) yang berperan dalam meningkatkan ketersediaan nutrisi serta efisiensi penyerapan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aplikasi PGPR dan POC terhadap performa pertumbuhan dan produksi tanaman stroberi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–November 2025 di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, pada ketinggian 1.400 mdpl. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor, yaitu PGPR (0 dan 1 g L-¹) dan POC (0, 15, dan 30 mL L-¹), sehingga diperoleh enam kombinasi perlakuan dengan empat ulangan. Parameter yang diamati berupa komponen pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan PGPR dan POC terjadi pada beberapa parameter pertumbuhan dan hasil, antara lain panjang tanaman, jumlah daun, luas daun pada beberapa waktu pengamatan, bobot segar akar, diameter buah, dan bobot buah. Parameter waktu muncul bunga, jumlah bunga, jumlah buah, fruitset, dan kadar kemanisan buah tidak menunjukkan interaksi. Secara terpisah, PGPR dan POC tetap memberikan pengaruh positif. Perlakuan PGPR 1 g L-¹ tanpa POC menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman stroberi.