Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENCEGAHAN ULKUS DIABETIKUM MELALUI ANKLE PUMP EXERCISE Rita Sari; Janu Purwono; Wahyu Dwi Fatimah
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3638

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya ulkus kaki diabetikum. Upaya pencegahan berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader kesehatan menjadi strategi penting dalam menurunkan risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader MAKES PDA dalam deteksi dini dan pencegahan ulkus diabetikum melalui latihan ankle pump. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis community empowerment yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2026 di Sekolah Lansia PCA Pringsewu dengan melibatkan 25 kader PDA. Kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader terkait perawatan kaki diabetes, kemampuan melakukan dan mengajarkan ankle pump exercise, serta keterampilan dalam pemantauan kepatuhan latihan. Kader juga mampu melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen promotif dan preventif dalam pencegahan komplikasi DM di komunitas.
PELAYANAN KESEHATAN MASA REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BANJIR DI POSKO KESEHATAN PAYA BEDI, ACEH TAMIANG Wahyu Dwi Fatimah; Hanif Nanda Nafi'an; Sucitra Anugrah Romadhani Putra
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3648

Abstract

Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif, dengan wilayah yang dilalui 3 lempeng tektonik, hal ini menjadi penyebab Indonesia memiliki risiko tinggi mengalami bencana alam. Dampak dari bencana tersebut diantaranya masalah kesehatan seperti diare, demam, typhoid, ISPA, campak, penyakit kulit, serta penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Bencana banjir di Aceh Tamiang telah merusak infrastruktur seperti fasilitas kesehatan, sehingga akses masyarakat pada pelayanan kesehatan menjadi terganggu. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan pada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Paya Bedi, Aceh Tamiang masa dimasa rekonstruksi pasca bencana di Posko Kesehatan. Kegiatan pengabdian ini berupa pelayanan kesehatan, mulai dari persiapan, penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil pelayanan kesehatan didapatkan sebagian besar peserta penerima manfaat yaitu perempuan, berusia dewasa (19-59 tahun), dengan penyakit ISPA dan dermatitis. Setelah dilakukan pelayanan kesehatan selama 2 minggu kondisi kesehatan masyarakat semakin membaik. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting yang diperlukan masyarakat terdampak bencana untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasar maupun lanjutan.
PENCEGAHAN ULKUS DIABETIKUM MELALUI ANKLE PUMP EXERCISE Rita Sari; Janu Purwono; Wahyu Dwi Fatimah
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3638

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya ulkus kaki diabetikum. Upaya pencegahan berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader kesehatan menjadi strategi penting dalam menurunkan risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader MAKES PDA dalam deteksi dini dan pencegahan ulkus diabetikum melalui latihan ankle pump. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis community empowerment yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2026 di Sekolah Lansia PCA Pringsewu dengan melibatkan 25 kader PDA. Kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader terkait perawatan kaki diabetes, kemampuan melakukan dan mengajarkan ankle pump exercise, serta keterampilan dalam pemantauan kepatuhan latihan. Kader juga mampu melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen promotif dan preventif dalam pencegahan komplikasi DM di komunitas.
PELAYANAN KESEHATAN MASA REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BANJIR DI POSKO KESEHATAN PAYA BEDI, ACEH TAMIANG Wahyu Dwi Fatimah; Hanif Nanda Nafi'an; Sucitra Anugrah Romadhani Putra
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3648

Abstract

Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif, dengan wilayah yang dilalui 3 lempeng tektonik, hal ini menjadi penyebab Indonesia memiliki risiko tinggi mengalami bencana alam. Dampak dari bencana tersebut diantaranya masalah kesehatan seperti diare, demam, typhoid, ISPA, campak, penyakit kulit, serta penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Bencana banjir di Aceh Tamiang telah merusak infrastruktur seperti fasilitas kesehatan, sehingga akses masyarakat pada pelayanan kesehatan menjadi terganggu. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan pada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Paya Bedi, Aceh Tamiang masa dimasa rekonstruksi pasca bencana di Posko Kesehatan. Kegiatan pengabdian ini berupa pelayanan kesehatan, mulai dari persiapan, penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil pelayanan kesehatan didapatkan sebagian besar peserta penerima manfaat yaitu perempuan, berusia dewasa (19-59 tahun), dengan penyakit ISPA dan dermatitis. Setelah dilakukan pelayanan kesehatan selama 2 minggu kondisi kesehatan masyarakat semakin membaik. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting yang diperlukan masyarakat terdampak bencana untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dasar maupun lanjutan.