Nur Afni Muhiddin Muhiddin
UPT SPF SD Inpres Lae-lae 1 Kota Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Dongeng Tradisional Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas III Di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar Nur Afni Muhiddin Muhiddin; Asdar Asdar; Andi Hamsiah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6141

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pemanfaatan dongeng tradisional sebagai media inovatif untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman Bahasa Indonesia pada siswa kelas III di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Latar belakang penelitian didasari oleh rendahnya kemampuan literasi siswa, teridentifikasi melalui data pra-siklus yang menunjukkan 61% peserta didik tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 65. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus (masing-masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi) dengan subjek 23 siswa. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi aktivitas pembelajaran dan tes pemahaman membaca berbasis cerita dongeng tradisional Makassar seperti "La Galigo". Hasil penelitian mengungkapkan peningkatan signifikan: nilai rata-rata tes membaca pemahaman naik dari 60,90 (siklus I) menjadi 80,43 (siklus II), dengan persentase ketuntasan klasikal melonjak dari 39% menjadi 82,60%. Aktivitas siswa juga meningkat dari kategori "baik" (skor rata-rata 2,68) menjadi "sangat baik" (skor rata-rata 3,57), didukung penerapan teknik "Rolling Book" dan scaffolding kosakata kontekstual. Simpulan penelitian membuktikan bahwa dongeng tradisional berfungsi sebagai jembatan budaya yang efektif dalam mengakselerasi literasi, memadukan penguasaan teks dengan apresiasi nilai moral lokal. Implikasinya, integrasi dongeng tradisional ke kurikulum Bahasa Indonesia tingkat dasar direkomendasikan sebagai strategi pedagogis berkelanjutan. This study analyzes the effectiveness of utilizing traditional fairy tales as an innovative medium to enhance Indonesian reading comprehension skills among third-grade students at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Elementary School, Makassar. The research background stems from low student literacy, identified through pre-cycle data showing 61% of participants failed to meet the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 65. The Classroom Action Research (CAR) method, following Kemmis and McTaggart's model, was implemented in two cycles (each comprising planning, action, observation, and reflection) involving 23 students. Data collection instruments included learning activity observation and reading comprehension tests based on Makassar traditional tales such as "La Galigo." Results indicated significant improvements: the average test score rose from 60.90 (cycle I) to 80.43 (cycle II), with classical mastery increasing from 39% to 82.60%. Student activity levels also escalated from "good" (average score 2.68) to "very good" (average score 3.57), supported by the implementation of the "Rolling Book" technique and contextual vocabulary scaffolding. The study concludes that traditional fairy tales serve as effective cultural bridges for accelerating literacy, integrating textual mastery with local moral values. The implication recommends integrating traditional tales into the elementary Indonesian language curriculum as a sustainable pedagogical strategy.