Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TERAPI MUSIK KLASIK MOZART MENGONTROL INTENSITAS HALUSINASI PENDENGARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN AUDITORY HALLUCINATION RATING SCALE: MOZART'S CLASSICAL MUSIC THERAPY CONTROLS AUDITORY HALLUCINATION INTENSITY USING THE AUDITORY HALLUCINATION RATING SCALE APPROACH Balbina Antonelda Marled Wawo
HelFin Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v2i2.7186

Abstract

Halusinasi merupakan gejala perubahan persepsi sensorik sehingga individu merasakan sensasi yang tidak nyata. Halusinasi jika tidak ditangani intensif, dapat menyebabkan kehilangan kontrol diri, pasien panik dan sulit dikendalikan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan manajemen fungsi persepsi sensori terapi musik klasik dalam mengontrol halusinasi pendengaran di RSKD Duren Sawit Jakarta Timur. Metode studi kasus ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan rancangan asuhan keperawatan sesuai tahapan proses keperawatan. Partisipan studi kasus berjumlah dua orang pasien dengan kriteria inklusi pasien yang mengalami manifestasi klinis halusinasi auditori, pasien dewasa, pasien yang mendapatkan persetujuan oleh perawat penanggung jawab sebagai partisipan, pasien yang suka dan bersedia mendengar musik klasik mozart. Studi kasus ini dilakukan selama enam hari dengan penerapan terapi musik klasik 1 kali setiap hari selama 15 menit di sore hari. Pengumpulan data menggunakan instrument Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) dan dianalisis skor pre dan postnya. Hasil studi kasus skor AHRS pre dan post pasien satu dari 33 menjadi 14 sedangkan skor AHRS pre dan post pasien dua dari 29 menjadi 11, hasil evaluasi berdasarkan AHRS terlihat gejala yang kuat dari halusinasi pendengaran yaitu masih mendengar suara dengan intensitas rendah durasi lima sampai 1 menit. Rekomendasi terapi musik klasik efektif menurunkan intensitas dan durasi halusinasi pendengaran.
Identifikasi Kebutuhan Spiritual Lansia Berdasarkan Pengalaman Care Giver dalam Merawat Keresahan Lansia Menghadapi Kematian Balbina Antonelda Marled Wawo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1570

Abstract

Kebutuhan spiritual merupakan salah satu aspek manusia sebagai makhluk holistik yang pemenuhannya sering terabaikan. Kebutuhan spiritual lansia yang hidup di Panti meningkat karena keresahan yang dialami lansia. Penelitian untuk menggali pengalaman caregiver dalam merawat keresahan lansia menghadapi kematian. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mengeksplore pengalaman caregiver dalam merawat keresahan lansia menghadapi kematian di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia I. Informan terpilih secara Pourpossive sampling berjumlah 8 orang sesuai kriteria inklusi pengalaman kerja minimal 1 tahun dan memiliki riwayat merawat lansia menjelang kematian. Kriteria eksklusi partisipan yang menjalani cuti selama masa penelitian. Data dikumpulkan menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur kemudian ditranskrip, pembersihan data, pengkodean, dilanjutkan analisa data dengan mereduksi data dan menarik kesimpulan.  Penelitian memiliki satu tema yaitu identifikasi kebutuhan spiritual lansia berdasarkan pengalaman care giver dalam merawat keresahan lansia menghadapi kematian yang ditentukan dari beberapa kategori antara lain pasrah dan terbawa pikiran, kecewa dengan keluarga, adanya penolakan keluarga, total care, dan petugas yang tidak siap menghadapi keresahan lansia. Pelatihan bagi care giver tentang cara membantu memenuhi kebutuhan spiritual lansia yang hidup di Panti.