This Author published in this journals
All Journal Midwifery Journal
Novinta Indana Rohmah
Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pernikahan Dini Dan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Novinta Indana Rohmah; Tut Rayani Akhsohini Wijayanti
MIDWIFERY JOURNAL Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v6i2.26267

Abstract

Background:  Pregnancy is the process of embryonic development within a woman's womb, lasting approximately nine months. Early pregnancy due to early marriage can lead to inadequate maternal nutritional needs, leading to the risk of anemia, chronic energy deficiency (CED), hemorrhage, and low birth weight (LBW). Purpose: This study aims to determine the relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women. Methods: The research method used was an analytical survey with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling. The sample in this study was all 92 pregnant women registered in the KIA register. Results: The results showed that of the 63 respondents who experienced early marriage, the majority (58 respondents (92.1%)) experienced anemia, while 5 respondents (7.9%) did not experience anemia. Meanwhile, of the 29 respondents who did not experience early marriage, the majority (25 respondents (86.2%)) did not experience anemia, and 4 respondents (13.8%) did experience anemia. The results of the Chi-Square statistical test yielded a p-value of 0.000 ( 0.05), thus concluding that there is a significant relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women. Conclusion: The results of the chi-square statistical test yielded a p-value of 0.001 (0.05), thus concluding that there is a significant relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women. Mothers who marry early have a higher risk of developing anemia than mothers who do not marry early. Suggestions; Education about the impact of early marriage and monitoring the health of pregnant women need to be improved to prevent anemia in pregnancy. Keywords: Anemia, Pregnant Women, Early Marriage Keywords: Anemia, Early Marriage, Pregnant Women ABSTRAK Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses perkembangan embrio hingga janin di dalam rahim seorang perempuan yang berlangsung kurang lebih selama sembilan bulan. Kehamilan pada usia muda akibat pernikahan dini dapat menyebabkan kebutuhan nutrisi ibu tidak terpenuhi secara optimal, sehingga berisiko menimbulkan anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), perdarahan, serta melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode:  Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan Adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar dalam buku register KIA dengan jumlah sebanyak 92 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 responden yang mengalami pernikahan dini, sebagian besar mengalami anemia yaitu 58 responden (92,1%), sedangkan 5 responden (7,9%) tidak mengalami anemia. Sementara itu, dari 29 responden yang tidak mengalami pernikahan dini, sebagian besar tidak mengalami anemia yaitu 25 responden (86,2%), dan 4 responden (13,8%) mengalami anemia. Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan: Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu yang menikah dini memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan ibu yang tidak menikah dini. Saran: Edukasi tentang dampak pernikahan dini dan pemantauan kesehatan ibu hamil perlu ditingkatkan guna mencegah kejadian anemia pada kehamilan. Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil, Pernikahan Dini